RADARTUBAN - Mario Balotelli ungkap idola sepak bolanya yang ternyata bukan Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi.
Pemain flamboyan asal Italia itu justru memilih sosok legenda Brasil, Ronaldo Nazario, sebagai panutannya sejak kecil.
Perjalanan Karier Balotelli di Klub Eropa
Balotelli mulai dikenal luas saat membela Inter Milan sebelum hijrah ke Manchester City pada 2010.
Bersama klub Liga Premier Inggris tersebut, dia sukses meraih gelar Piala FA dan Liga Premier.
Setelah itu, dia melanjutkan karier di AC Milan pada 2013, kemudian kembali ke Inggris untuk memperkuat Liverpool. Namun, masa-masanya di Anfield tidak berjalan mulus.
Setelah kembali ke AC Milan dengan status pinjiaman pada musim 2015/16, Balotelli memutuskan bergabung dengan Nice pada 2016.
Perjalanan kariernya setelah itu penuh perpindahan, termasuk ke klub-klub di Prancis, Swiss, Turki, dan Italia, seperti Marseille, Brescia, Monza, Adana Demirspor, hingga Sion.
Musim lalu, dia membela Genoa namun gagal mencetak gol dari enam penampilan.
Kini, di usia 34 tahun, dia berstatus bebas transfer dan mencari klub baru untuk bermain dua hingga tiga tahun ke depan sebelum mengakhiri karier bersama sang adik, Enock.
Balotelli Tentang Masa Depannya
Berbicara kepada media Italia La Gazzetta dello Sport, Balotelli menegaskan keinginannya untuk terus bermain.
"Saya sedang mencari klub yang mau percaya kepada saya. Saya ingin bermain selama dua atau tiga tahun lagi. Lalu saya akan pergi ke adik saya, Enock. Sekarang dia bermain untuk Vado di level amatir. Kita lihat nanti. Bagaimanapun, saya sudah berjanji akan mengakhiri karier bermain bersama dia," kata dia.
Pilihan Idola: Ronaldo Nazario
Meski banyak mengagumi pemain top dunia, pilihan Balotelli justru jatuh pada Ronaldo Nazario, bukan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.
Dia mengaku masa kecilnya diwarnai kekaguman terhadap sosok penyerang Brasil yang dijuluki “Si Fenomeno” itu.
Ronaldo Nazario membela Inter Milan pada 1997–2002, mencetak 59 gol dalam 99 penampilan. Bagi Balotelli, prestasi tersebut meninggalkan kesan mendalam.
Apalagi, keduanya sama-sama pernah bermain untuk dua klub besar di Milan, Inter dan AC Milan.
"Saat kecil, saya adalah penggemar Nerazzurri karena idola saya adalah Ronaldo Si Fenomeno, dan saya tidak pernah menyembunyikan rasa cinta saya kepada Rossoneri.
Tapi menjadi penggemar adalah hal yang berbeda sama sekali."
Pilihan Balotelli ini menunjukkan bahwa meski Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah mendominasi sepak bola modern, pesona Ronaldo Nazario tetap tak tergantikan bagi sebagian pemain. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama