RADARTUBAN - Timnas Indonesia U17 akan memulai langkahnya di ajang Piala Kemerdekaan 2025 dengan menghadapi Tajikistan U17 pada Selasa (12/8) malam pukul 19.30 WIB di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang.
Laga ini menjadi pembuka turnamen yang digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia U17 2025 di Qatar, November mendatang.
Pelatih kepala Nova Arianto menegaskan bahwa fokus utama tim bukan sekadar meraih kemenangan, melainkan pengembangan kemampuan pemain dan pemantauan komposisi terbaik.
Dia membawa 30 pemain ke Medan, termasuk sejumlah nama baru dan pemain diaspora seperti Matthew Baker (Melbourne City FC) dan Eizar Jacob (Sydney FC), untuk diuji dalam atmosfer pertandingan internasional.
“Target saya adalah mencoba semua pemain yang ada di tim saat ini. Turnamen ini menjadi persiapan awal menuju Piala Dunia, sehingga bisa menjadi catatan bagi kami apakah masih membutuhkan pemain baru atau tidak,” ujar Nova Arianto.
Tajikistan sendiri bukan lawan sembarangan. Mereka lolos ke Piala Dunia U17 2025 sebagai juara grup di Piala Asia U17, dan hanya tersingkir di babak perempat final lewat adu penalti melawan Korea Selatan.
Sementara Timnas Indonesia U17 juga melaju ke Piala Dunia setelah tampil impresif di fase grup, meski harus mengakui keunggulan Korea Utara di babak delapan besar.
Piala Kemerdekaan 2025 diikuti oleh empat negara peserta: Indonesia, Tajikistan, Uzbekistan, dan Mali—semuanya merupakan kontestan resmi Piala Dunia U17 2025.
Format kompetisi menggunakan sistem round-robin, dan laga melawan Tajikistan akan menjadi ujian awal sebelum Garuda Muda menghadapi Uzbekistan (15 Agustus) dan Mali (18 Agustus).
Turnamen ini juga menjadi simbol desentralisasi sepak bola nasional, dengan Sumatera Utara dipilih sebagai tuan rumah sebagai bentuk apresiasi terhadap pembangunan stadion di luar Pulau Jawa.
Dukungan dari publik Medan diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain muda Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni