RADARTUBAN — Drama besar tengah mengguncang ruang ganti Paris Saint-Germain (PSG).
Gianluigi “Gigio” Donnarumma, kiper jangkung yang pernah dielu-elukan sebagai masa depan gawang Eropa, mendadak tidak masuk skuad PSG untuk laga Supercup.
Keputusan ini memicu spekulasi panas soal masa depannya—dan hampir pasti menjadi pertanda perpisahan.
Menurut sumber internal, PSG dan Donnarumma gagal mencapai kesepakatan kontrak baru, sementara manajemen klub justru resmi merekrut Lucas Chevalier.
Langkah ini seolah menutup rapat peluang Donnarumma menjadi pilihan utama musim depan.
“Dia jelas kecewa… sangat kecewa,” ungkap seorang sumber dekat sang kiper. “Gigio akan segera memberikan pernyataan resmi untuk menjelaskan posisinya.”
Meski baru bergabung dari klub Serie A, AC Milan pada 2021 dengan status bebas transfer dan gaji besar, hubungan Donnarumma dengan PSG kerap naik-turun.
Sorotan media sempat memanas akibat rotasi kiper dengan Keylor Navas, dan kini situasi makin pelik setelah Chevalier datang.
Sinyal hengkang semakin jelas. Beberapa media Eropa dan pakar transfer terkemuka Fabrizio Romano bahkan mengklaim Gigio sudah 100% akan meninggalkan PSG di bursa transfer ini—tinggal menunggu ke mana kiper Timnas Italia itu akan berlabuh. Sejumlah klub Italia dan Inggris disebut masuk radar.
Highlight Karier Donnarumma di PSG:
Debut: Agustus 2021
Torehan gelar : Ligue 1 (2 kali), Piala Prancis (1 kali)
Clean Sheet: 52 dari 123 penampilan
Momen Terbaik: Penyelamatan penalti krusial di Liga Champions 2022/23
Potensi Destinasi Baru
✓ Juventus – Cari penerus Szczęsny
✓ Manchester United – Jika Onana dilepas
✓ Newcastle United – Ambisi Liga Champions butuh kiper top
Kepergian Donnarumma bisa jadi salah satu transfer paling “gemuruh” musim panas ini.
Bukan sekadar soal mencari pengganti, tapi juga bagaimana PSG mempertahankan citra sebagai klub yang memanjakan bintang-bintang dunia.
Sementara itu, para fans PSG di media sosial terbelah: sebagian menyalahkan manajemen karena “mengorbankan” kiper sekelas Donnarumma, sebagian lagi menilai langkah ini wajar demi regenerasi.
Satu yang pasti—drama Donnarumma baru saja dimulai, dan bursa transfer masih panjang untuk menebak ke mana sang kiper raksasa Italia itu akan mengarahkan langkahnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni