RADARTUBAN - Spekulasi panas soal kepindahan Maghnes Akliouche ke Inter Milan resmi mendingin.
Menurut laporan pakar transfer ternama Fabrizio Romano melalui akun X resminya, klub raksasa Serie A itu tidak lagi terlibat dalam pembicaraan aktif untuk mendatangkan gelandang serang berbakat milik AS Monaco tersebut.
Penyebabnya? Harga yang dipasang Monaco dianggap terlalu tinggi untuk ditebus saat ini.
Meski Inter mundur, saga transfer pemain berusia 22 tahun itu belum berakhir.
Romano menyebut sejumlah klub papan atas Eropa masih memantau situasi Akliouche dengan serius di sisa 20 hari terakhir bursa transfer musim panas 2025.
Nama-nama dari Premier League, LaLiga, hingga Bundesliga diyakini ikut dalam antrean perburuan “permata” Ligue 1 ini.
Akliouche memang bukan talenta biasa. Musim lalu, ia tampil memukau dengan kontribusi gol, assist, dan kreativitas yang jadi nyawa serangan Monaco.
Kemampuan mengolah bola di ruang sempit, visi permainan tajam, dan kematangan di usia muda membuatnya layak dihargai mahal—setidaknya di mata klubnya.
Monaco hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi nilai transfer Maghnes Akliouche, namun sejumlah media Prancis dan internasional menyebut angka yang cukup tinggi:
€70 juta adalah nilai yang paling sering disebut sebagai banderol yang diminta AS Monaco, baik dari laporan L’Equipe, juga dikutip oleh Tribuna.com—bahwa Monaco menyetujui menjual jika ditebus di angka itu .
Media seperti SempreInter dan OneFootball juga melaporkan bahwa €70 juta menjadi harga yang membuat Inter Milan mundur dari perburuan karena dianggap terlalu mahal.
Beberapa laporan menyebut harga bisa berkisar antara €70–80 juta, terutama jika termasuk bonus dan variabel tambahan.
Kini, pertanyaan besarnya: adakah klub yang berani menebus banderol fantastis yang diminta Monaco? Atau justru drama ini akan meledak di detik-detik akhir bursa transfer, menciptakan kejutan besar di kancah sepak bola Eropa. (*)
Editor : Amin Fauzie