RADARTUBAN- Musim baru Liga Inggris selalu menghadirkan pertanyaan klasik: siapa striker yang akan mencuri perhatian?
Kali ini, sorotan tertuju pada tiga nama yang baru bergabung atau mulai mendapat panggung utama—Benjamin Šeško di Manchester United, Hugo Ekitiké di Liverpool, dan Viktor Gyökeres di Arsenal.
Ketiganya punya potensi, tapi konteks klub dan gaya bermain akan sangat menentukan apakah mereka bisa jadi mesin gol atau sekadar pelengkap strategi.
Mari kita bedah satu per satu.
Benjamin Šeško: Si Bongsor yang Siap Menyundul Kejayaan United
Manchester United sedang dalam fase positif. Setelah musim lalu tampil konsisten, mereka kini memperkuat lini serang dengan pemain-pemain yang punya visi suplai bola mumpuni: Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan tentu saja Bruno Fernandes yang tetap jadi motor kreativitas.
Di tengah sistem yang mulai stabil, Benjamin Šeško hadir sebagai target man ideal.
Dengan tinggi badan 195 cm dan rasio gol per 90 menit yang mencapai 0.49 di Bundesliga musim lalu, ia punya modal kuat untuk jadi striker tajam.
Šeško bukan hanya unggul dalam duel udara, tapi juga punya akurasi tembakan yang tinggi dan kemampuan positioning yang matang.
Jika suplai bola berjalan lancar, Šeško bisa jadi striker yang bukan hanya mencetak gol, tapi juga membuka ruang bagi pemain lain.
Dalam sistem Amorim yang mengandalkan transisi cepat dan umpan vertikal, Šeško tampak cocok secara profil.
Hugo Ekitiké: Si Pendukung Dominasi Salah
Liverpool mendatangkan Hugo Ekitiké dari Bundesliga dengan harapan menambah kedalaman lini depan.
Tapi dengan Mohamed Salah masih menjadi pusat serangan, Ekitiké kemungkinan besar akan berperan sebagai pelayan, bukan pencetak utama.
Ekitiké punya statistik yang solid: 50 gol dan 25 assist dari 151 pertandingan sepanjang kariernya.
Ia punya kecepatan dan kemampuan dribel yang baik, tapi belum terbukti sebagai finisher utama dalam sistem yang menuntut efisiensi tinggi.
Di bawah pelatih Arne Slot, Liverpool mungkin akan bereksperimen, tapi selama Salah masih dominan, Ekitiké tampaknya akan lebih sering menjadi penyuplai atau pelapis.
Potensinya tetap besar, tapi untuk jadi striker tertajam musim ini, peran dan ruangnya masih terlalu terbatas.
Viktor Gyökeres: Striker Murni di Sistem yang Tak Biasa
Arsenal akhirnya mendatangkan Viktor Gyökeres, striker Swedia yang musim lalu mencetak 68 gol dari 66 laga di Liga Portugal.
Tapi tantangannya bukan di kualitas individu, melainkan pada sistem Arsenal sendiri.
Selama beberapa musim terakhir, Arsenal bermain dengan skema yang tidak terlalu mengandalkan striker murni.
Mereka lebih sering menempatkan pemain seperti Gabriel Jesus atau Kai Havertz sebagai false nine, dengan fokus pada pergerakan antar lini dan distribusi bola dari sayap.
Gyökeres adalah tipe striker yang butuh suplai langsung dan ruang di kotak penalti.
Jika Arsenal tidak mengubah pendekatan, Gyökeres bisa kesulitan menyesuaikan diri.
Meski ambisinya besar dan kemampuannya terbukti, sistem yang tidak mendukung bisa membuatnya redup.
Siapa yang Paling Tajam?
Dari ketiga nama, Benjamin Šeško tampaknya punya peluang paling besar untuk jadi striker tertajam musim ini.
Ia berada di klub yang sedang membangun momentum, didukung oleh lini tengah kreatif, dan punya profil yang cocok dengan gaya bermain tim.
Ekitiké dan Gyökeres tetap menarik untuk diikuti, tapi tantangan mereka lebih besar: satu harus berbagi panggung dengan ikon klub, satu lagi harus menyesuaikan diri dengan sistem yang tidak ramah striker murni.
Musim masih panjang, tapi jika bicara soal potensi mencetak gol secara konsisten, nama Šeško layak ditaruh di urutan teratas.
Kita tinggal tunggu, siapa yang benar-benar menyundul kejayaan, dan siapa yang hanya jadi bayangan di lini depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni