RADARTUBAN - Perubahan VAR di Liga Inggris sedang menjadi sorotan setelah Kepala Petugas Wasit Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), Howard Webb, mengungkapkan bahwa pembuat aturan sepak bola tengah membicarakan kemungkinan revisi dalam penggunaannya.
Saat ini, sistem VAR Premier League hanya diizinkan untuk ikut campur dalam keputusan yang dianggap “mengubah jalannya pertandingan”.
Aturan VAR Saat Ini dan Peran IFAB
Menurut aturan VAR yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB), teknologi ini hanya boleh digunakan jika sebuah keputusan dianggap sebagai “kesalahan yang jelas dan nyata”. Keputusan yang dapat ditinjau meliputi penalti, kartu merah langsung, gol atau tidak gol, serta kasus salah identitas pemain.
IFAB juga menegaskan bahwa wasit lapangan wajib membuat keputusan terlebih dahulu.
Artinya, wasit tidak diperbolehkan untuk memberikan “tanpa keputusan” dan langsung meminta VAR memutuskan.
Keputusan melanjutkan permainan setelah dugaan pelanggaran pun tetap dapat ditinjau ulang.
Howard Webb Terbuka untuk Perubahan
Dalam wawancara dengan BBC Sport, Webb menyampaikan bahwa IFAB tengah meninjau ulang mekanisme VAR Premier League dan dirinya “terbuka untuk diskusi” mengenai perluasan peran teknologi tersebut.
“Akan ada diskusi tentang kemungkinan perluasan (penggunaan VAR),” kata Webb.
“Kami berusaha menyelaraskan penggunaan VAR dengan ekspektasi pihak-pihak yang terlibat dalam sepak bola Inggris, berdasarkan konsultasi dengan para penggemar, pelatih, dan pemain. Pesan yang kami terima adalah ‘lebih sedikit intervensi VAR lebih baik’, dan sejauh ini kami cukup berhasil menyesuaikan penggunaan VAR dengan ekspektasi tersebut.”
Webb juga menyoroti bahwa saat ini VAR tidak digunakan untuk meninjau keputusan kartu kuning yang keliru, peluang kartu kuning yang terlewat, serta pemberian tendangan sudut.
“Saya memahami dampak dari pemberian tendangan sudut yang salah, yang jelas terlihat lewat tayangan video, maupun dampak dari kartu kuning yang salah diberikan,” ujarnya.
“Namun, di sisi lain, ada juga pandangan bahwa VAR memang dibuat untuk memperbaiki kesalahan besar dalam situasi penting. Jadi, kami akan membahasnya dan memastikan untuk berkonsultasi dengan pihak sepak bola Inggris juga.”
Aturan Delapan Detik untuk Kiper Mulai 2025/26
Selain wacana perubahan VAR di Liga Inggris, IFAB juga mengesahkan aturan baru yang berlaku mulai musim 2025/26.
Kiper hanya memiliki waktu delapan detik untuk melepaskan bola. Wasit akan memberi hitungan mundur lima detik sebagai peringatan visual, dan jika kiper melewati batas waktu tersebut, lawan akan mendapatkan tendangan sudut.
Dengan adanya pembahasan ini, publik sepak bola menantikan seperti apa keputusan akhir IFAB terkait aturan VAR dan bagaimana penerapannya di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni