Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Melampaui Messi dan Ronaldo, Son Heung Min yang Pecahkan Rekor Jersey Terlaris Dunia di LAFC

Tulus Widodo • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Kedatangan Son Heung-min ke LAFC bukan sekadar transfer termahal MLS, tapi juga fenomena global lewat penjualan jersey terlaris di dunia.
Kedatangan Son Heung-min ke LAFC bukan sekadar transfer termahal MLS, tapi juga fenomena global lewat penjualan jersey terlaris di dunia.

RADARTUBAN – Euforia kedatangan Son Heung-min ke Los Angeles FC (LAFC) langsung meledak bak bom waktu.

Tak hanya memecahkan rekor transfer termahal dalam sejarah Major League Soccer (MLS), kepindahan eks kapten Tottenham Hotspur itu juga mencetak sejarah baru: jerseynya resmi menjadi yang paling laris di dunia.

Co-President sekaligus General Manager LAFC, John Thorrington, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Dalam hitungan hari setelah pengumuman resmi transfer pada awal Agustus 2025, jersey bernomor punggung 7 khas Son ludes diburu fans.

Penjualannya bahkan melampaui ikon olahraga dunia sekelas Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga LeBron James.

“Angka penjualan jersey Son melampaui ekspektasi. Kami belum pernah melihat fenomena sebesar ini dalam sejarah olahraga,” ungkap Thorrington dalam konferensi pers.

Son Heung-min direkrut LAFC dengan mahar fantastis £19,5 juta atau setara Rp 412 miliar.

Nilai itu bukan hanya menjadikannya sebagai transfer termahal sepanjang sejarah MLS, tapi juga menandai babak baru sepak bola Amerika Serikat yang semakin berani menghadirkan bintang kelas dunia di usia emas.

Gelombang dukungan tak lepas dari komunitas Korea-Amerika yang besar di Los Angeles. Publik Korea Selatan pun ikut “menyerbu” toko resmi LAFC secara online dan offline, menjadikan jersey Son sebagai komoditas paling dicari.

Fenomena ini seakan mengulang efek David Beckham saat datang ke LA Galaxy pada 2007, tapi dengan dimensi lebih modern.

Bedanya, kali ini bukan sekadar branding, melainkan kombinasi antara performa, karisma, dan basis penggemar global yang sudah solid sejak Son bersinar di Premier League.

“Ini bukan cuma soal pemain baru. Ini fenomena budaya. Son membawa harapan, kebanggaan, dan identitas baru bagi MLS,” lanjut Thorrington.

Dengan pecahnya rekor penjualan jersey, LAFC kini bukan hanya diperhitungkan di lapangan, tapi juga di panggung bisnis olahraga global.

Para analis menyebut, efek Son bisa mendorong MLS ke level baru dalam industri sepak bola internasional, sekaligus membuka pintu masuknya lebih banyak bintang Asia ke Amerika. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#dunia #Song heung min #Lionel Messi #Cristiano Ronaldo #Amerika Serikat #mls #bola #Los Angeles FC