RADARTUBAN - Giorgio Chiellini bukan sekadar pesepak bola. Ia adalah gladiator modern yang menjadikan pertahanan sebagai seni.
Dari lapangan kecil di Livorno, membangun kejayaan bersama Juventus, hingga menutup karier di Amerika dengan Los Angeles FC (LAFC), setiap langkahnya penuh sejarah.
Kini, sang legenda tak hanya meninggalkan jejak sebagai pemain, tapi juga melanjutkan kiprah sebagai pemilik klub di MLS.
Karier Chiellini dimulai di kota kelahirannya, Pisa, ketika memperkuat Livorno pada 2000.
Sebagai remaja, pemain bertinggi badan 1,87 meter itu hanya mencatat belasan penampilan sebelum AS Roma membelinya.
Namun, Roma segera meminjamkannya kembali ke Livorno (2002–2004). Di sana, Chiellini tampil 49 kali dan mencetak 4 gol.
Masa pinjaman ini menjadi batu loncatan bagi perjalanan panjangnya di level tertinggi.
Fiorentina & Titik Balik Menuju Juventus
Pada musim 2004/05, Juventus mengamankan tanda tangannya, tetapi langsung mengirimnya ke Fiorentina. Bersama La Viola, Chiellini menunjukkan kualitas: 42 penampilan, 3 gol, dan 2 assist.
Setahun kemudian, Juventus resmi membawanya ke Turin. Sejak itu, sejarah berubah.
Hampir dua dekade (2004–2022), Chiellini menjadi benteng kokoh Juventus. Pemain kelahiran Agustus 1984 itu mencatat 561 penampilan, 36 gol, dan 27 assist.
Bersamanya, Juventus mendominasi Serie A: 9 Scudetto beruntun (2011–2020), 5 Coppa Italia, dan 5 Supercoppa Italiana.
Tak hanya gelar, Chiellini juga menyabet gelar individu: tiga kali “Serie A Defender of the Year” dan lima kali masuk Tim Terbaik Serie A.
Baginya, bertahan bukan sekadar tugas, tapi warisan yang ia ukir di Turin.
LAFC: Babak Terakhir yang Manis
Juni 2022, Chiellini mengejutkan dunia dengan pindah ke LAFC. Meski datang di usia 38 tahun, ia tetap jadi sosok penting.
Dalam 45 penampilan, Chiellini mencetak 1 gol dan 1 assist.
Di musim pertamanya, pemain kelahiran Pisa, Italia itu langsung mempersembahkan Supporters’ Shield 2022 dan MLS Cup 2022—prestasi ganda yang mengukir namanya dalam sejarah MLS.
Chiellini resmi pensiun pada Desember 2023, setelah membawa LAFC ke final MLS Cup. Bagi banyak fans, ini adalah penutupan karier yang elegan.
Chiellini juga jadi ikon Timnas Italia. Selama 18 tahun (2004–2022), ia membela Azzurri dalam 117 laga, mencetak 8 gol, dan menjadi bagian tim juara Euro 2020.
Dalam turnamen itu, Chiellini dinobatkan sebagai salah satu bek terbaik. Dari Piala Dunia hingga Euro, ia selalu jadi sosok yang memberi rasa aman di lini belakang.
Dari Pemain Jadi Pemilik
Pensiun bukan akhir. Tahun 2024, Chiellini dipercaya sebagai Player Development Coach LAFC, membantu membina generasi baru.
Setahun berselang, Juli 2025, ia resmi bergabung sebagai bagian pemilik LAFC.
Dari pemain ke pengusaha, Chiellini menunjukkan dirinya tetap setia pada sepak bola—bukan sekadar profesi, tapi panggilan hidup.
Giorgio Chiellini adalah bukti bahwa loyalitas dan dedikasi bisa membangun warisan abadi. Dari Livorno hingga Juventus, dari Wembley ke Los Angeles, dia meninggalkan catatan emas yang sulit dilampaui.
Kini, warisan itu bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam perjalanan barunya sebagai pemilik klub. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama