RADARTUBAN - Kekalahan telak 6-0 yang dialami Santos dari Vasco da Gama pada Minggu lalu meninggalkan luka mendalam bagi Neymar.
Sang bintang berusia 33 tahun itu tak kuasa menahan tangis setelah pertandingan berakhir.
Dalam wawancara usai laga, dia secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa dan mengaku sangat malu dengan hasil tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling berat sejak Neymar kembali ke klub masa kecilnya.
Kepulangan Neymar ke Santos Belum Berjalan Mulus
Setelah resmi meninggalkan Al Hilal pada Januari, Neymar pulang ke Santos dengan harapan besar untuk mengangkat performa tim.
Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasi. Dari 11 laga liga yang sudah ia jalani, Neymar baru mencetak tiga gol tanpa mencatatkan assist.
Klub berjuluk Peixe itu kini hanya bertengger di posisi ke-15 klasemen sementara Serie A Brasil.
Masalah Neymar semakin rumit karena cedera hamstring yang dialaminya pada April membuatnya harus absen dalam lima pertandingan berturut-turut.
Situasi ini kian menambah beban tim yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi.
Kekalahan Menyakitkan dari Vasco da Gama
Pertandingan kontra Vasco da Gama di Estádio do Morumbi menjadi titik nadir. Neymar keluar lapangan dengan mata berkaca-kaca setelah timnya kalah telak.
Pada laga tersebut, Philippe Coutinho, eks gelandang Liverpool dan Aston Villa, tampil gemilang dengan mencetak dua gol.
Kekalahan itu membuat Santos hanya unggul dua poin dari zona merah, bahkan pelatih Cleber Xavier harus kehilangan jabatannya usai laga.
Neymar: “Saya Merasa Benar-benar Malu dan Kecewa”
Dalam wawancara bersama media Brasil, Neymar mengungkapkan kekecewaannya.
"Saya benar-benar kecewa dengan permainan kami. Fans berhak melakukan protes dengan segala cara, tentu tanpa kekerasan fisik. Tapi memaki dan menghina orang hari ini adalah hal yang wajar," ungkap dia.
"Saya merasa sangat malu; saya belum pernah mengalami hal seperti ini sepanjang hidup saya. Saya menangis karena marah dengan semua ini. Sayangnya, saya tidak bisa membantu dengan segala cara. Hari ini benar-benar buruk; itulah kenyataannya," lanjut dia.
Ia bahkan menegaskan kritiknya kepada rekan setim:
“Singkatnya: itu permainan yang sangat buruk. Memalukan bermain dengan penampilan seperti itu sambil mengenakan jersey Santos. Semua orang harus menundukkan kepala, pulang, dan berpikir tentang apa yang ingin mereka lakukan. Dengan sikap seperti hari ini, kalau harus mengulang lagi penampilan seperti itu di lapangan, lebih baik kami tidak usah tampil sama sekali pada Rabu nanti," kata dia.
Laga Berat Menanti Santos
Setelah kekalahan menyakitkan dari Vasco da Gama, perjalanan Santos tak akan mudah.
Mereka akan melakoni laga tandang menghadapi Bahia pada Minggu, 24 Agustus.
Pertandingan ini menjadi ujian berat untuk membuktikan apakah Neymar dan rekan-rekannya mampu bangkit dari keterpurukan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama