Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Tergusur dari Skuad Garuda untuk FIFA Matchday

Tulus Widodo • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:35 WIB

 

Arhan dan Asnawi tak dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Arhan dan Asnawi tak dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday

RADARTUBAN – Kejutan besar terjadi dalam daftar 27 pemain Timnas Indonesia yang dipanggil Patrick Kluivert untuk laga FIFA Matchday kontra Kuwait (5 September) dan Lebanon (8 September) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Dua nama yang selama ini jadi ikon sektor sayap, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam, justru tak masuk radar pelatih asal Belanda tersebut.

Padahal, keduanya dikenal sebagai langganan timnas sejak era Shin Tae-yong.

Arhan dan Asnawi terakhir kali tampil membela Merah Putih pada 21 Desember 2024 di ajang Piala AFF, sebelum tongkat kepelatihan beralih ke tangan Kluivert.

Keputusan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan suporter. Pasalnya, baik Arhan maupun Asnawi memiliki rekam jejak yang lumayan bagus bersama Garuda.

Asnawi Mangkualam (Port FC, Thailand) sudah mengoleksi 48 caps, dengan kontribusi 2 gol dan 7 assist.

Pratama Arhan (Bangkok United, Thailand) bahkan lebih senior, mencatat 50 penampilan, plus torehan 3 gol dan 9 assist.

Dengan catatan tersebut, absennya dua bek sayap ini jelas menjadi cerita besar jelang FIFA Matchday September.

Kluivert tampaknya ingin memberikan warna baru pada komposisi skuad. Beberapa wajah muda dan pemain yang sedang moncer di liga luar negeri mendapat kesempatan tampil. Langkah ini dinilai sebagai sinyal regenerasi sekaligus ujian untuk menemukan formula ideal menghadapi round 4 kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Namun, keputusan mencoret Arhan dan Asnawi juga bisa dibaca sebagai strategi taktis.

Pelatih 48 tahun itu diyakini mencari alternatif permainan yang lebih fleksibel di sektor sayap, bukan sekadar mengandalkan nama besar.

Di media sosial, reaksi suporter langsung meledak. Tagar #SaveArhan dan #KembalikanAsnawi bahkan mulai ramai diperbincangkan.

Banyak yang menilai pengalaman keduanya masih sangat dibutuhkan, terutama menghadapi tim kuat seperti Kuwait dan Lebanon. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#stadion gelora bung tomo #kualifikasi piala dunia zona asia #Pratama Arhan #lebanon #patrick kluivert #kuwait #fifa matchday #asnawi mangkualam #shin tae yong #timnas indonesia