RADARTUBAN – Kesiapan salah satu pengusaha di Tuban untuk mengelola Persatu tampaknya hanya sekadar lip service. Pasalnya, hingga saat ini tak kunjung ada kepastian.
Direktur PT Persatu Putra Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, meski sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak yang sempat menyatakan minatnya mengelola Persatu tersebut.
Namun sampai saat ini belum menemukan kata sepakat dan malah menyatakan tidak sanggup.
‘’Sekarang kami berkomunikasi lagi dengan pihak lain (yang bersedia mengelola Persatu, Red),’’ ujarnya.
Menurut Roni—sapaan anggota DPRD Tuban itu, sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang berkomunikasi dengan dirinya.
Hanya saja, belum ada yang menyatakan kata siap.
‘’Kami terbuka dengan siapa saja yang bersedia mengelola Persatu. Tapi yang jelas, calon pengelola Persatu harus memiliki misi untuk membawa klub kebanggaan warga Tuban ini maju ke Liga 4 Jawa Timur,’’ katanya.
Lebih lanjut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menargetkan, sebelum kick off Liga 4 Jawa Timur sudah harus deal dengan calon pengelola.
Dengan begitu, Persatu bisa ikut berpartisipasi dalam kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia tersebut. Sebab, tahun ini Persatu wajib ikut.
‘’Karena tahun lalu sudah absen, maka tahun ini harus ikut jika tidak ingin kena sanksi pembekuan,’’ jelasnya.
Politikus asal Kecamatan Jenu itu menyampaikan, sebagaimana statuta PSSI pasal 18 ayat 4, klub anggota PSSI yang tidak mengikuti kompetisi resmi selama dua musim berturut-turut akan kehilangan hak suara dalam Kongres PSSI.
Kemudian, dalam pasal 19 ayat 1B, PSSI juga bisa mencabut keanggotaan klub jika dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi organisasi.
‘’Kami tidak ingin Persatu terkena sanksi,’’ tandas Roni. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama