RADARTUBAN – Drama transfer Nico Páz memasuki babak baru. Wonderkid Argentina milik Real Madrid yang kini dipinjamkan ke Como, ternyata menjadi rebutan klub-klub top Eropa.
Tottenham Hotspur bahkan sudah mengajukan proposal fantastis senilai € 70 juta (sekitar Rp 1,2 triliun). Namun, langkah itu langsung dipagari Real Madrid.
Menurut laporan eksklusif Fabrizio Romano, manajemen Los Blancos ikut turun tangan menghentikan proses negosiasi.
Real Madrid disebut bahagia Nico Páz bertahan di Como musim ini, karena ingin sang pemain terus mendapat menit bermain reguler di Serie A.
Namun, masa depan Páz sebenarnya sudah jelas: ia nyaris pasti akan kembali ke Santiago Bernabéu pada musim panas 2026.
Keputusan Madrid menolak uang besar dari Tottenham bukan tanpa alasan. Klub raksasa Spanyol itu menilai Páz adalah aset jangka panjang.
Dengan klausul buy-back yang bisa diaktifkan, Real lebih memilih menunggu saat yang tepat untuk membawanya pulang ketimbang melepas ke klub lain.
Bagi Tottenham, kegagalan ini menjadi pukulan telak. Spurs sudah menyiapkan paket menggiurkan, tapi tetap tak mampu menggoyahkan Madrid.
Padahal, mereka berharap Páz bisa menjadi motor lini tengah baru menyusul proyek regenerasi yang tengah digarap manajemen klub London Utara tersebut.
Nico Páz, gelandang muda 19 tahun asal Argentina, memang sedang naik daun. Performanya bersama Como di Serie A menuai pujian berkat kreativitas, visi permainan, dan kemampuan eksekusi bola mati.
Tak heran jika banyak yang menyebutnya calon penerus lini tengah klasik Madrid setelah era Luka Modrić dan Toni Kroos.
Dengan rencana kepulangan ke Bernabéu tahun depan, Páz kini menjadi simbol kesabaran Real Madrid dalam membangun masa depan tim.
Publik hanya tinggal menunggu, kapan ia benar-benar berseragam putih-putih di bawah sorotan Santiago Bernabéu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni