RADARTUBAN – Klub raksasa Italia, AC Milan, dikabarkan resmi membuka komunikasi dengan gelandang Prancis, Adrien Rabiot.
Namun, rumor soal barter dengan Ismael Bennacer langsung ditepis tegas.
Laporan transfer ini pertama kali diungkapkan jurnalis kawakan Fabrizio Romano. Ia menyebut Milan saat ini fokus melakukan pendekatan langsung ke pihak Rabiot, tanpa ada pembicaraan skema tukar pemain dengan Olympique Marseille maupun klub lain.
“Milan sudah melakukan pendekatan ke kubu Adrien Rabiot. Namun, tidak ada pembahasan soal Bennacer dalam kesepakatan ini,” tulis Romano di akun X miliknya.
Rabiot, yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Marseille berakhir, memang menjadi incaran beberapa klub Eropa.
Milan melihat gelandang 29 tahun itu sebagai sosok berpengalaman yang bisa menambah kedalaman lini tengah sekaligus memperkuat ambisi mereka menantang dominasi Inter, Napoli, dan Juventus di Serie A.
Di sisi lain, Ismael Bennacer justru santer dikaitkan dengan kepindahan ke Olympique Marseille.
Namun, AC Milan menegaskan pemain asal Aljazair itu tidak akan dijadikan alat tukar dalam proses negosiasi Rabiot.
Langkah ini jelas menunjukkan keseriusan Milan dalam merombak skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Setelah gagal bersaing memperebutkan scudetto musim lalu, Rossoneri butuh suntikan tenaga baru di lini tengah yang tangguh, kreatif, sekaligus berpengalaman.
Rabiot, dengan segudang caps bersama Timnas Prancis, dianggap cocok menjawab kebutuhan itu.
Apalagi, Milan membutuhkan sosok pemimpin di ruang ganti usai hengkangnya beberapa pemain senior dalam dua musim terakhir.
Kendati demikian, jalan Milan untuk mengamankan tanda tangan Rabiot tak akan mulus.
Sejumlah klub Premier League dikabarkan juga masuk dalam perburuan. Faktor gaji tinggi dan durasi kontrak disebut menjadi pertimbangan utama dalam negosiasi.
Kini, semua mata tertuju ke San Siro. Apakah Milan mampu memenangkan “perang senyap” merebut Adrien Rabiot, atau justru kalah bersaing dengan klub-klub Inggris yang memiliki kekuatan finansial lebih besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni