RADARTUBAN - Skuad Garuda mendapat amunisi baru jelang dua laga FIFA Match Day September ini.
Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyambut hangat kehadiran striker muda, Mauro Zijlstra, yang resmi bergabung dalam pemusatan latihan tim senior.
Zijlstra, penyerang berusia 20 tahun, menjalani sesi latihan perdananya di Lapangan C Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (2/9).
Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan Garuda menghadapi dua laga penting kontra Taiwan (5 September) dan Lebanon (8 September) di Stadion GBT.
Sebenarnya, Zijlstra semula diproyeksikan untuk memperkuat timnas U-23 di bawah asuhan Gerald Vanenburg pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo, 3–9 September.
Namun, karena faktor teknis dan keterbatasan waktu pendaftaran, FC Volendam itu akhirnya dialihkan ke tim senior.
“Sebenarnya ia dijadwalkan bermain di tim U-23 bersama pelatih Gerald. Namun saya melihat peluang dan memanggilnya ke tim utama,” ungkap Kluivert usai latihan.
Kehadiran Zijlstra di timnas tak lepas dari proses naturalisasi yang baru saja ia rampungkan.
Pada Jumat pekan lalu, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda.
Dalam kesempatan yang sama, tiga pemain timnas putri juga disumpah menjadi WNI, yaitu Isabel Kopp, Pauline van de Pol, dan Isabelle Nottet.
Musim lalu, Zijlstra tampil tajam bersama FC Volendam U-21 dengan koleksi 17 gol.
Catatan itu menjadi modal penting bagi striker muda ini untuk bisa bersaing di lini depan tim Garuda.
Selain Zijlstra, Indonesia juga masih menunggu kehadiran Miliano Jonathans, winger FC Utrecht, yang dijadwalkan mengambil sumpah WNI di Jakarta pada Kamis (4/9).
Kehadiran keduanya diharapkan bisa menambah kedalaman skuad, terutama karena Ole Romeny, striker utama timnas, harus absen akibat cedera.
Soal peluang Zijlstra menggantikan peran Romeny, Kluivert tetap menunjukkan sikap optimis.
“Bisa saja, tetapi saya juga memiliki beberapa pemain lain yang siap mengisi posisi tersebut,” tegas mantan striker Barcelona itu.
Masuknya pemain muda keturunan Belanda ini diharapkan bisa menambah variasi serangan Garuda yang sedang membangun pondasi tim jangka panjang.
Dengan usia yang masih sangat muda, Zijlstra dianggap punya potensi besar untuk menjadi bagian dari regenerasi timnas.
Dua laga FIFA Match Day melawan Taiwan dan Lebanon akan menjadi ujian perdana baginya.
Jika mampu mencuri perhatian, bukan mustahil ia akan menjadi andalan baru di lini depan timnas Indonesia ke depannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni