RADARTUBAN – Sepak bola Indonesia kembali menorehkan catatan emas di kancah internasional.
Untuk pertama kalinya, tiga pemain berdarah Merah Putih dipastikan tampil di panggung bergengsi Europa League 2025/2026.
Nama terbaru yang masuk daftar adalah Calvin Verdonk, fullback kiri 28 tahun yang resmi berseragam Lille OSC (Prancis).
Kepastian transfer Verdonk ke Lille tak hanya memperkuat lini belakang klub Ligue 1 tersebut, tapi juga memastikan dirinya akan mencicipi atmosfer kompetisi Eropa musim ini.
Kehadiran Verdonk melengkapi dua nama lain yang lebih dulu lolos bersama klub Belanda: Miliano Jonathans (21, winger kiri) di FC Utrecht dan Dean James (25, fullback kiri) di Go Ahead Eagles.
Tiga nama itu menandai babak baru kiprah pemain Indonesia di Eropa.
Jika sebelumnya hanya satu-dua yang tembus kompetisi kontinental, kini Indonesia punya “trio Garuda” yang siap mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan-lapangan elite benua biru.
Lille sendiri termasuk klub papan atas Prancis yang kerap memberi kejutan di kancah Eropa.
Dengan gaya bermain agresif dan disiplin, kehadiran Verdonk diprediksi bakal jadi amunisi tambahan untuk menahan gempuran lawan.
Media Prancis menyebut transfer ini sebagai langkah strategis: “Verdonk punya pengalaman, punya tenaga, dan bisa jadi solusi Lille di sektor kiri.”
Sementara itu, Miliano Jonathans terus mencuri perhatian di Eredivisie.
Dengan usia muda, ia diproyeksikan jadi salah satu andalan masa depan Garuda.
Sedangkan Dean James, meski jarang tersorot, justru tampil konsisten bersama Go Ahead Eagles hingga mengantarkan klubnya ke kompetisi Eropa.
Publik sepak bola tanah air pun menyambut gembira kabar ini. Euforia meluas di media sosial dengan tagar #KitaGaruda.
Banyak yang menilai langkah ketiga pemain ini sebagai bukti nyata bahwa Indonesia bisa bersaing di level internasional, bukan sekadar wacana.
Profil Trio Garuda di Europa League 2025/2026
Miliano Jonathans (21 tahun, LWF – FC Utrecht)
Bintang muda yang lahir di Arnhem ini punya darah Indonesia dari garis keluarga. Jonathans dikenal punya kecepatan eksplosif dan kemampuan menusuk dari sisi kiri. Musim lalu ia tampil konsisten di Eredivisie dengan sumbangan gol dan assist yang membuat namanya kian bersinar. Banyak pengamat menilai Jonathans bisa jadi salah satu talenta terbaik Asia di Eropa dalam 5 tahun ke depan.
Dean James (25 tahun, LB – Go Ahead Eagles)
James adalah tipikal bek kiri yang tak kenal kompromi. Produktif membantu serangan, tapi disiplin dalam bertahan. Di Go Ahead Eagles, James menjadi salah satu kunci lolosnya klub ke Europa League. Meski tak terlalu sering disorot media, kiprahnya stabil dan minim blunder. Dengan umur 25 tahun, ia sedang berada di masa emas kariernya.
Calvin Verdonk (28 tahun, LB – Lille OSC)
Sosok paling senior dari trio ini. Verdonk sudah malang melintang di Eredivisie bersama Feyenoord, NEC Nijmegen, hingga FC Twente sebelum akhirnya mengambil langkah besar ke Ligue 1 Prancis.
Dengan pengalaman hampir satu dekade di kompetisi top Eropa, ia diharapkan bisa memberi ketenangan sekaligus kepemimpinan di lini belakang Lille. Bagi Indonesia, transfer ini bukan hanya soal kebanggaan, tapi juga bukti pemain naturalisasi mampu bersaing di level elite.
Dengan kombinasi muda (Jonathans), matang (James), dan berpengalaman (Verdonk), sepak bola Indonesia seperti sedang menancapkan panji di tanah Eropa.
Europa League 2025/26 pun layak disebut sebagai musim bersejarah bagi Garuda di rantau.
Europa League musim ini seolah menjadi panggung pembuktian: bahwa Garuda tak hanya mengepakkan sayap di Asia, tapi juga siap terbang tinggi di Eropa. (*)
Editor : Amin Fauzie