Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ilkay Gündogan Tinggalkan Manchester City untuk Bergabung dengan Galatasaray dan Bermain di Liga Champions

Bihan Mokodompit • Kamis, 4 September 2025 | 03:10 WIB

Postingan Ilkay Gündogan tenteng perpisahannya dengan Manchester City.
Postingan Ilkay Gündogan tenteng perpisahannya dengan Manchester City.

RADARTUBAN - Ilkay Gündogan resmi meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Galatasaray.

Kepindahan ini menjadi momen istimewa bagi gelandang berusia 34 tahun tersebut, karena selain memiliki akar kuat dengan Turki, ia juga ingin tetap bermain reguler di level tertinggi.

Keputusan Gündogan sekaligus mengakhiri periode keduanya bersama The Citizens yang dimulai satu tahun lalu.

 

Gündogan sebelumnya merupakan rekrutan pertama Pep Guardiola saat memulai kariernya di Manchester City pada 2016.

Ia bahkan dipercaya sebagai kapten ketika membawa klub tersebut meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah mereka. Namun, setelah sukses itu, sang pemain memutuskan pindah ke Barcelona.

Perjalanan di Catalonia tidak berlangsung lama. Hanya satu musim, Gündogan membatalkan kontraknya dengan Blaugrana dan rela mengorbankan sebagian besar gaji demi kembali ke Etihad.

Namun, musim terakhirnya bersama City dianggap sebagai periode paling sulit di bawah asuhan Guardiola.

Meski masih tampil 54 kali di berbagai kompetisi, klausul kontraknya yang otomatis memperpanjang masa tinggal justru tidak menjadi penghalang bagi kesepakatan berpisah.

 

Kepindahan Gündogan ke Galatasaray tidak hanya soal nostalgia, tetapi juga keinginan untuk tetap bersaing di panggung Eropa. Ia mengungkapkan alasannya lewat media sosial.

"Dear Cityzens, saya ingin jujur kepada kalian... alasan saya pergi sebenarnya sangat sederhana: saya masih ingin bermain sepak bola sesering mungkin, karena itulah yang paling saya cintai," tulis Gündogan di X. "Saya akan segera berusia 35 tahun, tapi saya masih merasa sangat bugar dan benar-benar percaya bisa terus tampil di level tinggi bersama tim Liga Champions."

Selain itu, Gündogan menegaskan bahwa pilihannya berhubungan erat dengan akar budaya dan kecintaannya pada klub Turki tersebut.

“I’m reunited with my childhood love. Happiness is being at Galatasaray,” tulisnya.

Dalam salam perpisahannya, Gündogan mengakui keputusan ini juga demi memberi ruang bagi City untuk memulai era baru.

"Man City menginginkan awal yang baru setelah sebuah era yang luar biasa—sesuatu yang sepenuhnya bisa saya pahami dan hormati." ujarnya.

Ia juga berterima kasih atas semua pengalaman manis yang diraih selama membela Manchester City.

“Sebagian besar waktu saya di sini benar-benar luar biasa dan sangat sukses. Klub dan kota Manchester akan selalu memiliki tempat yang sangat istimewa di hati saya.”tambahnya.

 

Sebagai pemain kelahiran Jerman dengan darah Turki, Gündogan selalu menyimpan kedekatan emosional dengan negara leluhurnya.

Setiap musim panas, ia rutin mengunjungi keluarga di Turki. Maka, kepindahannya ke Galatasaray bukan hanya sebuah transfer biasa, melainkan juga perwujudan impian masa kecilnya.

Kini, dengan kehadirannya di klub raksasa Turki, Gündogan berharap tetap bisa tampil konsisten di Liga Champions, sekaligus menutup karier dengan cerita yang semakin berkesan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liga Champions #man city #guendogan #galatasaray #ilkay gundogan #the citizen #pep guardiola #Manchester City #TURKI #nostalgia #Barcelona