Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho Sering Lakukan Grounding Sebelum Pertandingan, Apa Fungsinya?

Bihan Mokodompit • Minggu, 7 September 2025 | 06:10 WIB
Pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho sesaat sebelum pemanasan dimulai.
Pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho sesaat sebelum pemanasan dimulai.

RADARTUBAN - Pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho dikenal memiliki kebiasaan unik sebelum laga dimulai, yaitu melakukan grounding.

Hal itu juga nampak ketika pemain asli Surabaya itu memasuki lapangan Gelora Bung Tomo semalam, sebelum pemanasan jelang pertandingan kontra Chinese Taipei dimulai.

Kebiasaan ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan suatu teknik yang sudah lama dikenal di dunia sepak bola modern.

Grounding diyakini mampu membantu pemain menjaga fokus, menenangkan diri, sekaligus meningkatkan kesiapan mental sebelum pertandingan dimulai.

Dalam konteks sepak bola, grounding adalah teknik menghubungkan diri dengan alam atau permukaan tanah untuk menyeimbangkan energi tubuh dan pikiran.

Caranya sederhana, biasanya dengan melepas alas kaki lalu menapak langsung ke rumput lapangan.

Teknik grounding sering dipakai pesepak bola profesional di berbagai level, termasuk oleh Rizky Ridho, yang kini menjadi salah satu andalan di lini belakang Timnas Indonesia.

Menariknya, kebiasaan grounding tidak hanya dilakukan oleh Rizky Ridho. Pemain keturunan Indonesia yang membela Timnas Indonesia, Sandy Walsh, juga kerap terlihat melakukan hal serupa.

Bahkan, di level dunia, grounding dilakukan oleh para gelandang tangguh Timnas Argentina, seperti Leandro Paredes dan Rodrigo de Paul. Bagi mereka, grounding adalah cara sederhana untuk mendapatkan ketenangan di tengah tekanan pertandingan besar.

Teknik grounding sebenarnya bukan hal baru. Banyak sekolah sepak bola (SSB) atau akademi di Indonesia yang sudah mengajarkan metode ini kepada para pemain sejak usia muda.

Filosofinya adalah agar pemain belajar mengelola emosi sekaligus menyiapkan mental sebelum menatap laga.

Di era kepelatihan Indra Sjafri bersama Timnas U-19, grounding bahkan sempat diterapkan dengan cara berbeda. Uniknya, para pemain kala itu melakukannya setelah pertandingan selesai.

Tujuannya adalah untuk membantu mereka melepaskan ketegangan sekaligus kembali menyeimbangkan kondisi fisik dan psikologis.

Bagi Rizky Ridho, grounding bukan sekadar ritual simbolis. Teknik ini diyakini bisa menjaga keseimbangan antara mental dan fisik, terutama saat membela Timnas Indonesia di laga-laga penting.

Dalam sepak bola modern, aspek psikologis sama pentingnya dengan kemampuan teknis, sehingga grounding dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk menjaga performa di level tertinggi.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Grounding #pertandingan #Rizky Ridho #gelora bung tomo #Chinese Taipei #mental #surabaya #timnas indonesia