RADARTUBAN – Panggung kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa kembali membara.
Sejumlah laga dini hari kemarin menghadirkan pesta gol, drama penyelamatan harga diri, hingga kejutan yang mulai mengubah peta persaingan di fase grup.
Dari Swiss yang tampil buas membantai Kosovo, hingga Islandia yang melumat Azerbaijan lima gol tanpa balas, aroma pertarungan menuju Amerika Serikat–Meksiko–Kanada kian terasa sengit.
Di Grup B, Swiss membuka langkah dengan sangat meyakinkan.
Bek tangguh Manuel Akanji justru jadi pemecah kebuntuan, sebelum duet Breel Embolo dan Silvan Widmer menghantam Kosovo habis-habisan.
Skor 4-0 bukan sekadar tiga poin, tapi pesan keras bahwa “Nati” ingin tiket otomatis tanpa harus repot-repot lewat play-off.
Sementara di laga lain, Slovenia dan Swedia berbagi poin 2-2. Drama tersaji ketika Vipotnik menyelamatkan tuan rumah di menit 90, membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata bagi Elanga cs.
Berpindah ke Grup C, Yunani tampil bak dewa Olimpus. Pavlidis dan kawan-kawan menghajar Belarus 5-1 dalam pesta gol yang jadi alarm serius bagi pesaingnya.
Denmark dan Skotlandia harus puas dengan skor kacamata, seolah memberi ruang bagi Yunani untuk melenggang di awal.
Di Grup D, duel bertabur bintang mempertemukan Ukraina dengan Prancis.
Meski tampil gigih, tuan rumah tetap tak berdaya menghadapi ketajaman Michael Olise dan Kylian Mbappé.
Les Bleus menang 2-0, mengamankan start mulus.
Sementara Islandia menjelma jadi “Viking haus gol”, menggilas Azerbaijan 5-0.
Jóhannesson mencuri sorotan dengan brace cepat yang membunuh perlawanan lawan sejak awal babak kedua.
Italia akhirnya menunjukkan napas panjang mereka di Grup I. Setelah sempat terseok, Azzurri bangkit lewat pesta 5-0 atas Estonia.
Mateo Retegui mencetak dua gol, disusul kontribusi Kean, Raspadori, dan Bastoni.
Namun, Israel masih jadi ancaman serius. Mereka menang meyakinkan 4-0 di Moldova, menjaga jarak ketat dengan Norwegia yang masih sempurna dengan koleksi 12 poin dari empat laga yang sudah dilakoni.
Klasemen: Ada yang Mulus, Ada yang Kelimpungan
Jika menilik klasemen sementara, wajah Eropa kini terbagi dua: yang sedang melesat, dan yang mulai kelimpungan.
Islandia dan Swiss membuka dengan pesta gol yang menempatkan mereka di puncak grup.
Norwegia makin kokoh di Grup I dengan rekor 100 persen, sementara Italia masih harus kerja keras mengejar.
Bosnia mengejutkan dengan tiga kemenangan bersih di Grup H, membuat Austria dan Rumania harus gigit jari.
Belgia baru memainkan tiga laga, tapi produktivitas 11 gol jadi peringatan bagi pesaing di Grup J.
Inggris tanpa cela di Grup K, menjaga clean sheet tiga laga berturut-turut.
Sementara itu, raksasa lain seperti Jerman, Spanyol, Portugal, dan Prancis meski masih di jalur positif, tetap mengantongi tiket “penyelamat” lewat jalur UEFA Nations League.
Artinya, sekalipun gagal finis dua besar, mereka tetap aman lewat play-off.
Catatan Unik: 54 Negara, 12 Grup, 2 Jalur Neraka
Format kali ini memaksa 54 negara terbagi dalam 12 grup. Setengah di antaranya dihuni lima tim, sisanya hanya empat tim.
Akibatnya, tim di grup “mini” sudah harus menggelar laga lebih awal sejak Maret 2025.
Persaingan pun otomatis timpang—ada yang baru sekali turun, ada yang sudah lima kali bertarung.
Namun, aturan tetap tegas: hanya juara grup yang lolos otomatis. Para runner-up harus berjudi di play-off.
Inilah yang membuat setiap laga kualifikasi terasa bak final—tak ada ruang untuk kecerobohan, apalagi bagi tim besar yang sedang goyah.
So, yang pasti tensi sudah mendidih. Dari kejutan Bosnia hingga kebangkitan Italia, Eropa kembali menunjukkan satu hal: menuju Piala Dunia bukan perjalanan gampang. Dan drama baru saja dimulai. (*)
Editor : Amin Fauzie