RADARTUBAN – Marselino Ferdinand kembali bikin kejutan. Gelandang muda Timnas Indonesia itu resmi meninggalkan Oxford United untuk sementara waktu.
Bukan pulang kampung atau merapat ke klub Asia, melainkan terbang lebih jauh ke Eropa Timur.
Pemain berusia 21 tahun itu dipinjamkan ke klub papan atas Liga Slovakia, AS Trencin.
Kabar ini mengundang perhatian besar, sebab Trencin bukan sekadar tim “pelengkap” di kasta tertinggi Fortuna Liga.
Musim lalu, mereka memang terseok-seok—nyaris turun kasta setelah finis di peringkat ke-11 dari 12 kontestan.
Namun, keberhasilan menyingkirkan lawan di babak play-off membuat mereka bertahan.
Kini, wajah Trencin berbeda. Dari enam laga awal musim ini, mereka melesat ke posisi runner-up klasemen.
Langkah Marselino ini jelas penuh risiko. Publik tahu, kariernya di Oxford United (League One Inggris) belum sepenuhnya optimal.
Minim menit bermain membuat Marselino seperti “tersandera”. Alih-alih tenggelam di bangku cadangan, keputusan untuk mencari udara segar di Slovakia bisa jadi taruhan besar—antara naik kelas atau justru meredup.
Momentum Baru di Trencin
AS Trencin punya reputasi sebagai klub pengorbit talenta muda. Mereka berani memberi kesempatan kepada pemain belia tampil di level tertinggi.
Jika Marselino mampu beradaptasi cepat dengan gaya sepak bola Slovakia yang keras dan taktis, pintu menuju line-up utama terbuka lebar.
Bagi Timnas Indonesia, kepindahan ini juga membawa harapan.
Coach Patrick Kluivert jelas menginginkan anak asuhnya tetap kompetitif di level klub, apalagi dengan agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang makin dekat.
Profil Singkat Marselino Ferdinand
Nama lengkap: Marselino Ferdinan Philipus
Usia: 21 tahun (lahir 9 September 2004)
Posisi: Gelandang serang
Karier klub:
- Persebaya Surabaya (2021–2023) – 30 penampilan, 7 gol
- Oxford United (2023–sekarang) – 7 penampilan (semua kompetisi)
- Dipinjamkan ke AS Trencin (2025–)
Karier Timnas Indonesia senior: 27 caps, 6 gol
Catatan penting: Pemain termuda Indonesia yang mencetak gol di level internasional (usia 17 tahun).
Pertaruhan Karier
Meski begitu, tak sedikit pengamat yang mempertanyakan langkah ini. Slovakia bukan liga elite Eropa.
Sorotan media tidak sebesar Belanda, Belgia, atau bahkan Polandia.
Namun, bagi Marselino, kesempatan tampil reguler mungkin lebih penting ketimbang sekadar gengsi.
Kini, semua mata menanti: apakah “Marceng” bisa benar-benar membuktikan diri?
Apakah kepindahan ini hanya sekadar pelarian dari bangku cadangan Oxford, atau justru pintu masuk menuju karier Eropa yang lebih mapan?
Yang pasti, satu hal jelas: perjalanan Marselino Ferdinand di Benua Biru masih jauh dari kata selesai. Slovakia hanyalah babak baru. (*)
Editor : Amin Fauzie