Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peluang Lolos Lewat Runner-Up Tertutup, Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan

Tulus Widodo • Minggu, 7 September 2025 | 16:06 WIB

 

 

Para pemain Timnas Indonesia U23
Para pemain Timnas Indonesia U23

RADARTUBAN – Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk melaju ke Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi lewat jalur runner-up terbaik resmi tertutup.

Pasalnya, dalam daftar klasemen “best runners-up” kualifikasi, Garuda Muda tercecer di posisi kelima dengan 4 poin.

Posisi ini praktis mustahil diperbaiki karena empat tim lain (China, Iran, Turkmenistan, dan Yaman) sudah mengoleksi poin sempurna, masing-masing 6.

Artinya, peluang satu-satunya bagi Indonesia adalah menembus jalur juara grup. Syaratnya jelas: mengalahkan Korea Selatan pada laga terakhir.

Hasil imbang, apalagi kekalahan, akan otomatis mengubur mimpi tim asuhan Gerald Vanenburg untuk tampil di ajang prestisius tersebut.

China berada di posisi teratas best runners-up dengan rekor mengerikan: mencetak 12 gol dan hanya kebobolan 1, selisih +11. Iran dan Turkmenistan menyusul dengan statistik sama-sama superior.

Bahkan Yaman yang tidak terlalu diunggulkan berhasil menyapu bersih dua laga awal.

Indonesia, meski sempat menang besar 5-0 atas Chinese Taipei, tetap kalah bersaing karena hasil imbang di laga perdana versus Laos, membuat Arkhan Fikri dkk baru mengumpulkan poin 4.

Duel Hidup-Mati Kontra Korsel

Laga melawan Korea Selatan tak ubahnya partai final bagi Marselino Ferdinand dkk. Di atas kertas, Korsel adalah lawan terberat di grup.

Mereka punya tradisi kuat di level usia muda, konsisten tampil di putaran final, dan berstatus unggulan utama.

Namun, bagi Garuda Muda, inilah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka layak dihitung sebagai kekuatan baru Asia.

Menang atas Korsel bukan hanya soal tiket lolos, tapi juga tentang reputasi dan kepercayaan diri generasi baru sepak bola Indonesia.

Beban besar kini bertumpu di pundak pelatih Gerald Vanenburg. Rotasi, strategi, hingga mental bertanding bakal jadi kunci.

Jika gagal, kritik tajam sudah menanti, mengingat meneer Belanda itu sebelumnya juga berjanji bisa mengangkat prestasi timnas muda di kancah Asia.

Indonesia kini berada di persimpangan: apakah akan dikenang sebagai generasi yang sanggup menembus dinding raksasa Asia, atau kembali menambah daftar kegagalan panjang dalam kualifikasi? Semua akan terjawab di laga pamungkas.

Satu hal yang pasti, publik sepak bola Tanah Air tak akan pernah berhenti berharap.

Dukungan penuh tetap mengalir, dengan satu pesan sederhana: menang atau tidak, Garuda Muda harus menunjukkan harga diri bangsa di lapangan.

Skenario Lolos Kualifikasi Piala Asia U-23

1. Grup dengan Dominasi Poin 6

China, Iran, Turkmenistan, dan Yaman sudah mengunci posisi di jalur runner-up terbaik karena dua kemenangan beruntun.

Dengan poin sempurna 6, praktis mustahil disalip tim lain yang hanya mengoleksi 4 poin. Mereka aman meski gagal jadi juara grup.

2. Indonesia dan Tim 4 Poin

Indonesia, Kyrgyzstan, Lebanon, Kamboja, hingga Kuwait sama-sama mengantongi 4 poin. Namun posisi mereka sangat rawan.

Hanya kemenangan di laga terakhir yang bisa menjaga peluang, itupun masih harus bergantung pada hasil grup lain.

Untuk Indonesia, kemenangan atas Korea Selatan adalah satu-satunya tiket aman.

3. Tim dengan 3 Poin (India dan Filipina)

Praktis sudah tersisih dari persaingan runner-up terbaik. Peluang mereka hanya sebatas hitung-hitungan matematis, yang hampir mustahil.

4. Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan, Qatar, Arab Saudi

Sejumlah tim unggulan lain diprediksi tidak akan bergantung pada jalur runner-up karena biasanya menyapu bersih grup.

Artinya, mereka otomatis menambah daftar tim juara grup yang membuat persaingan runner-up makin ketat.

Dengan konfigurasi seperti ini, Indonesia tak bisa lagi berharap belas kasihan dari klasemen runner-up. Jalurnya sudah penuh oleh tim bermodal poin 6. Satu-satunya pilihan realistis: mengalahkan Korea Selatan dan menjadi juara grup. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Piala Asia #korea selatan #timnas indonesia