RADARTUBAN – Timnas Indonesia U-17 benar-benar tak mau setengah hati dalam persiapan menuju Piala Dunia U-17 2025.
Skuad Garuda Muda asuhan Nova Arianto resmi bertolak ke Bulgaria untuk menjalani pemusatan latihan (TC) sejak 1 September hingga 14 September mendatang.
Tak tanggung-tanggung, 25 pemain terbaik dipanggil, termasuk beberapa nama baru yang bikin peta persaingan kian panas.
Yang jadi sorotan, ada keberanian Nova memasukkan pemain-pemain muda yang berkarier di luar negeri.
Sebut saja Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda), Lucas Lee (Ballistic United/AS), Eizar Jacob (Sydney FC/Australia), hingga Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia).
Bahkan muncul juga Noha Pohan Simangunsong, gelandang kelahiran 2010 yang kini ditempa di NAC Breda Belanda.
Sebaliknya, publik dikejutkan dengan tidak masuknya nama Matthew Baker dan Muhammad Alghazani, yang sebelumnya rutin jadi andalan.
Keputusan berani ini menegaskan kalau Nova tak sekadar cari nama besar, tapi benar-benar ingin membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Peta Skuad Garuda Muda
Kiper (3): Dafa Al Gasemi (Dewa United), Rendy Razzaqu (Nusantara United), Mike Rajasa (FC Utrecht).
Bek (8): Dafa Zaidan (Borneo), I Putu Panji Apriawan, Ida Bagus Putu Cahya, Putu Ekayana (Bali United), Fabio Azka (Persija), Azizu Milanesta, Pandu Aryo (Persik), Lucas Lee (Ballistic United/AS), Eizar Jacob (Sydney FC).
Gelandang (8): Nazriel Alfaro (Persib), Fandi Ahmad Muzaki (Persija), Evandra Florasta, Fadly Alberto (Bhayangkara FC), Daniel Alfrido (Persik), Muhammad Zahaby Gholy (Persija), Ilham Romadhona (Barito Putera), Noha Pohan Simangunsong (NAC Breda).
Striker (5): Muhammad Mierza Firjatulah (Persik), Rafi Rasyiq (Semen Padang), Dimas Adi Prasetyo (PSM), Josh Holong (Persija), Nicholas Indra (Rosenborg BK).
Agenda Uji Coba
Selama TC, Indonesia dijadwalkan menjalani tiga laga uji coba. Dua laga awal (7 dan 10 September) digelar tertutup tanpa sorotan publik.
Puncaknya, duel ketiga pada 13 September 2025 melawan Makedonia Utara U-17 bakal disiarkan LIVE Indosiar pukul 21.30 WIB.
Jika melihat materi pemain, kombinasi talenta lokal dan diaspora ini jelas jadi taruhan besar Nova Arianto.
Tantangannya, bagaimana mengombinasikan pemain kelahiran 2008–2010 dengan latar pengalaman berbeda, agar nyetel dalam waktu singkat.
Sebab, Piala Dunia U-17 bukan sekadar ajang pamer skill. Persaingan keras dengan tim-tim elite dunia menuntut kesiapan mental, disiplin taktik, serta daya tahan fisik yang matang.
Jika Nova gagal menemukan chemistry, komposisi yang terlihat mentereng bisa jadi bumerang.
Namun, jika berhasil, generasi ini berpotensi jadi lompatan baru sepak bola Indonesia. Keberanian membawa nama-nama segar dan mencoret pemain lama adalah sinyal tegas: hanya yang siap tempur yang boleh membela Garuda. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama