RADARTUBAN - Jamie Vardy langsung mendapatkan sambutan hangat dari penggemar klub barunya.
Meski belum menjalani laga debut, striker asal Inggris itu sudah dijuluki StradiVardy oleh para suporter Cremonese.
Julukan ini menjadi keyword utama yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Perjalanan Panjang dari Leicester City ke Serie A
Vardy meninggalkan Leicester City pada Mei lalu setelah 13 tahun penuh kenangan.
Ia berhasil mencatatkan 145 gol di Premier League, mengantarkan timnya meraih gelar liga, memenangkan Piala FA, dan tiga kali membawa klub tersebut tampil di kompetisi Eropa.
Namun, musim terakhirnya diwarnai dengan degradasi Leicester City ke divisi Championship.
Di Stadion King Power, warisan Vardy masih sangat terasa. Hampir setiap kaus bernomor 9 di tribune merupakan milik pemain yang dikenal pekerja keras itu.
Setelah berpisah dengan Leicester, ia sempat dikaitkan dengan sejumlah klub di Inggris, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat, sebelum akhirnya memilih bergabung dengan Cremonese di Serie A
Cremona, Kota Musik dan Julukan StradiVardy
Kota Cremona terkenal sebagai tempat kelahiran maestro pembuat biola legendaris, Antonio Stradivari.
Identitas kota musik inilah yang kemudian menjadi inspirasi munculnya julukan StradiVardy.
Julukan tersebut diberikan saat mantan penyerang timnas Inggris itu diperkenalkan di Museum Biola Cremona.
“Saya berbicara dengan [presiden Cremonese, Cavaliere Giovanni] Arvedi dan [pelatih kepala] Davide Nicola, dan saya mengerti bahwa target utama di awal musim adalah bertahan di Serie A,” ujar Vardy, dikutip dari The Guardian.
Vardy menambahkan, “Tentu saja, setiap pertandingan kami harus memberikan 100%. Dalam sepak bola, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun, itulah yang kami latih.”
Target Bertahan dan Semangat Tak Padam
Meski sudah berusia 38 tahun, semangat Jamie Vardy belum memudar.
Mantan bintang Leicester City ini menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki motivasi penuh untuk bermain di level tertinggi.
“Kamu pasti salah satu dari mereka yang meragukan saya. Kamu yang harus saya buktikan salah,” tegas Vardy kepada seorang reporter.
Ia melanjutkan, “Bagi saya, usia hanyalah angka. Selama kaki saya masih bisa bekerja seperti dulu dan tetap terasa segar seperti sekarang, saya akan terus bermain. Saat ini tidak ada tanda-tanda kaki saya melambat, jadi saya akan terus melanjutkan dan memberikan segalanya untuk klub ini.”
Dukungan Fans dan Masa Depan di Cremonese
Julukan StradiVardy menandai awal baru bagi kariernya di Serie A.
Para penggemar Cremonese percaya bahwa pengalaman Vardy di Premier League bisa menjadi kunci penting untuk membantu klub promosi itu bertahan di kompetisi teratas Italia.
Dengan etos kerja tinggi serta mentalitas pantang menyerah, Jamie Vardy diharapkan mampu menularkan energi positif ke ruang ganti Cremonese. Kini, publik sepak bola menantikan momen debut sang penyerang veteran di panggung Serie A. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni