“Kami sudah mengenal Marc sejak musim lalu. Tapi untuk saat ini, memang harus ada satu pemain yang tidak masuk skuad,” tegas Maresca dikutip dari akun X jurnalis sekaligus pakar transfer Fabrizio Romano, Minggu (14/9).
Pelatih asal Italia itu mengaku sengaja memberi kepercayaan lebih kepada George, yang tampil oke saat melawan Fulham.
“Dia layak diberi kesempatan lagi. Musim ini masih panjang, dan setiap pemain akan punya momen masing-masing,” kata pelatih yang membawa Chelsea menyabet gelar juara FIFA Club World Cup 2025 itu.
Namun, keputusan ini memicu diskusi di kalangan fans. Guiu yang baru berusia 18 tahun sempat mencuri perhatian di pramusim dan dianggap salah satu proyek jangka panjang The Blues.
Tak masuknya nama Guiu dari daftar pemain justru bisa memengaruhi kepercayaan diri dan momentum perkembangan sang striker.
Maresca Tak Mau Bertumpu Satu Pemain
Langkah Maresca ini mengirim pesan tegas: tidak ada jaminan menit bermain bagi siapa pun, bahkan untuk talenta muda paling menjanjikan.
Di sisi lain, ini menunjukkan betapa seriusnya Maresca mengelola rotasi.
Dengan jadwal padat dan ambisi Chelsea bersaing di semua kompetisi, mantan asisten Pep Guardiola itu tak mau hanya bertumpu pada satu nama di lini depan.
Namun, bagi Guiu, situasi ini bisa jadi pedang bermata dua. Jika gagal merespons secara positif, ia berisiko makin tertinggal dari pesaingnya.
Tapi jika mampu bangkit, keputusan ini bisa memacu motivasinya untuk merebut tempat di skuad utama.
Maresca menutup komentarnya dengan optimisme:
“Kami butuh semua pemain siap. Musim panjang, dan setiap menit akan berarti,” tegasnya.
Tapi bagi penggemar Chelsea, absennya Guiu dari skuad kali ini jelas menjadi sinyal yang tak bisa diabaikan. (*)
Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menjawab pertanyaan peserta dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan. KOMPAK: Anggota DPD RI Lia Istifhama bersama peserta. Editor : Amin Fauzie