RADARTUBAN – Wonderkid Argentina yang kini memperkuat Como 1907, Nico Páz, benar-benar sedang panas-panasnya.
Pemain 21 tahun itu baru saja dinobatkan sebagai Rising Star of the Month di Serie A.
Dan, hanya beberapa jam setelah menerima penghargaan, Páz langsung membayar lunas dengan gol spektakuler ke gawang Genoa yang membuat Stadio Giuseppe Sinigaglia bergemuruh.
Gol itu menjadi torehan keduanya musim ini, mengukuhkan statusnya sebagai “permata” baru yang tengah bersinar di Italia.
Para tifosi Como pun larut dalam euforia, sementara sang pelatih Cesc Fabregas menyebut Páz sebagai pemain yang “bermain dengan kepala dingin, tapi hati membara.”
Baca Juga: Nico Paz Bikin Gempar Serie A: Tolak Klub Besar, Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik
Madrid Sudah Menunggu Kembalinya Nico Páz
Di balik performa gemilangnya, kabar besar ikut berembus: Real Madrid siap memulangkan Nico Páz pada 2026.
Klub raksasa Spanyol itu memang masih memegang hak kepemilikan atas sang gelandang serang.
Dan, performanya di Italia membuat manajemen Madrid semakin mantap untuk menjadikannya bagian dari proyek masa depan.
Menurut jurnalis sekaligus pakar transfer terkemuka Fabrizio Romano dalam unggahan di akun X miliknya, kepulangan Páz ke Santiago Bernabéu akan bertepatan dengan fase regenerasi skuad.
Era Modric–Kroos yang telah mendominasi lini tengah Madrid selama satu dekade, sudah selesai.
Nah, kehadiran Páz akan menambah kedalaman di lini tengah muda Madrid yang sudah diisi Camavinga, Tchouaméni, Valverde, dan Bellingham.
Analisis: Penerus Luka Modric?
Jika dilihat dari gaya main, pemain yang memiliki nama lengkap Nicolás Paz Martínez itu menawarkan kreativitas dan visi permainan mirip Modric—kemampuan menahan bola di bawah tekanan, distribusi tajam, serta tembakan jarak jauh yang mematikan.
Dengan postur dan teknik khas Argentina, ia juga berani duel di lini tengah.
Analis sepak bola menilai kepulangan Páz ke Real Madrid ini bukan sekadar opsi cadangan.
“Madrid sedang merancang transisi halus. Páz bisa menjadi jembatan generasi, mengisi peran kreator utama ketika Modric hengkang. Dengan pengalaman di Serie A, ia akan kembali ke Madrid sebagai pemain matang, bukan sekadar talenta muda,” ujar salah satu pakar LaLiga.
Strategi meminjamkan Páz ke Como terbukti efektif. Pemain kelahiran September 2004 itu mendapatkan menit bermain reguler, beradaptasi dengan tekanan Serie A, sekaligus mematangkan mental bertanding.
Hal ini jarang didapat jika ia langsung diparkir di bangku cadangan Madrid.
Páz Menuju Status Bintang
Dengan dua gol di awal musim dan konsistensi permainan yang meningkat, Páz diprediksi akan semakin banyak disorot media Italia.
Jika ia mampu menjaga momentum, bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu pemain muda paling diburu di Eropa—sebelum akhirnya “dipulangkan” Madrid untuk jadi bagian proyek jangka panjang mereka.
Los Blancos jelas tersenyum melihat perkembangan ini. Para madridistas pun mulai bermimpi: akankah Nico Páz benar-benar menjadi penerus Luka Modric yang selama ini mereka cari? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni