RADARTUBAN - Manchester United kembali jadi sorotan usai kalah 0–3 dari Manchester City di laga Premier League.
Sang pelatih, Ruben Amorim, menegaskan dirinya tidak akan mengubah filosofi permainan meski tekanan terus meningkat.
Rekor Buruk Amorim di Premier League
Sejak resmi menangani MU pada November lalu, catatan Amorim memang jauh dari memuaskan.
Dari 31 pertandingan Premier League, ia hanya mampu meraih delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 16 kali kalah.
Persentase kemenangan Amorim di liga hanya 36,17 persen—terburuk dibanding semua manajer permanen United sejak Perang Dunia II.
Bahkan, dari semua tim Premier League yang konsisten berada di liga, hanya United yang mencatatkan 31 poin atau lebih sedikit sejak ia datang.
Baca Juga: Manchester United Krisis Lini Tengah, Ini 5 Gelandang Incaran Ruben Amorim
Amorim Teguh pada Filosofi
Meski statistiknya buruk, Amorim menolak mengganti gaya bermainnya. Ia bahkan menantang pihak klub jika ingin perubahan cepat.
“Ini bukan rekor yang pantas untuk Manchester United. Tapi saya tidak akan berubah. Kalau saya ingin mengubah filosofi, saya akan lakukan sendiri. Kalau tidak, maka harus ganti orangnya,” kata Amorim, dikutip dari Sky Sports News.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan, dirinya tetap percaya dengan sistem yang ia usung.
Menurutnya, kritik dan tekanan sudah menjadi konsekuensi di dunia sepak bola.
Klub Masih Bersabar
Laporan Sky Sports News juga menyebut, manajemen MU tidak berencana memecat Amorim dalam waktu dekat.
Meski kecewa dengan hasil akhir-akhir ini, mereka memilih bersabar dan memberikan waktu lebih lama untuk sang pelatih.
Amorim pun memahami kekecewaan fans, tapi ia berjanji akan berjuang semaksimal mungkin.
“Pesan saya sederhana: saya akan memberikan segalanya untuk klub ini. Saya menderita lebih dari fans ketika kalah, tapi saya tidak akan menyerah,” ujarnya.
Jadwal Berat Menanti
MU kini memasuki periode penting yang bisa menentukan nasib Amorim. Dalam tiga laga ke depan sebelum jeda internasional Oktober, Setan Merah akan menghadapi Chelsea, Brentford, dan Sunderland.
Setelah itu, Liverpool sudah menanti sebagai lawan pertama usai kompetisi kembali bergulir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni