RADARTUBAN – Sejarah baru tercipta di dunia sepak bola. Ousmane Dembélé resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2025, mengakhiri dominasi nama-nama lama dan membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Pengumuman penghargaan individu paling prestisius itu digelar di Théâtre du Châtelet, Paris, Selasa (23/9) dini hari WIB.
Musim 2024/2025 benar-benar menjadi panggung sempurna bagi Dembélé.
Dikutip dari akun X @Squawka, winger lincah Paris Saint-Germain (PSG) itu tampil fenomenal dengan 60 laga, 37 gol, dan 15 assist di semua ajang.Hasilnya? Quadruple! PSG menyapu bersih Ligue 1, Coupe de France, Trophée des Champions, hingga Liga Champions.
Tak hanya itu, Dembélé juga menyabet sederet gelar individu. Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions, Top Skor Ligue 1, hingga Pemain Terbaik Ligue 1.
Gelar Ballon d’Or ini jadi puncak prestasi, sekaligus menjadikannya pria Prancis keenam yang meraih penghargaan ini—mengikuti jejak legenda seperti Michel Platini, Zinédine Zidane, dan Karim Benzema.
Musim Paling Produktif
Dembélé, yang kerap dikritik inkonsisten dan rentan cedera pada awal kariernya di Barcelona, menjawab semua keraguan dengan performa monster musim lalu.
Kontribusi 37 golnya menjadi kunci dominasi PSG, termasuk saat mereka menaklukkan Arsenal di semifinal dan menghajar Inter Milan di final Liga Champions dengan skor 5-0.
Dembélé menyumbang satu gol di menit ke-12 untuk membawa Les Parisiens merebut trofi pertama di kompetisi paling elit di Benua Biru tersebut.
“Ini mimpi yang jadi kenyataan. Saya berterima kasih kepada tim, pelatih, keluarga, dan fans. Ini bukan hanya Ballon d’Or saya, tapi Ballon d’Or kami,” ucap Dembélé dengan mata berbinar di atas panggung.
Singkirkan Kandidat Berat
Kemenangan Dembélé mengalahkan kandidat lain seperti Erling Haaland, Kylian Mbappé, dan Jude Bellingham yang juga tampil impresif musim lalu.
Namun, kontribusinya membawa PSG meraih quadruple membuatnya unggul tipis di voting jurnalis.
Analis menilai kemenangan ini sekaligus menandai era baru PSG yang kini benar-benar menjadi raksasa Eropa.
“Ballon d’Or Dembélé menegaskan bahwa PSG tak hanya punya uang, tapi juga DNA juara,” tulis harian olahraga Prancis, L’Équipe.
Perubahan Narasi
Dulu dicap sebagai “talenta gagal” karena masalah cedera, kini Dembélé berubah menjadi simbol ketekunan dan kebangkitan.
Publik sepak bola pun mulai membandingkan perjalanannya dengan legenda yang juga meraih Ballon d’Or setelah karier berliku.
Dengan usia 28 tahun, Dembélé diyakini masih bisa mempertahankan performa puncaknya dalam beberapa musim ke depan.
Bahkan tak sedikit yang memprediksi pemain yang memiliki nama lengkap Masour Ousmane Dembélé itu bisa menyabet Ballon d’Or kedua jika PSG kembali dominan musim ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni