RADARTUBAN – Dunia sepak bola bergetar. Ajang Ballon d’Or 2025 resmi menobatkan Ousmane Dembélé sebagai pemain terbaik dunia.
Namun, yang bikin publik heboh bukan cuma gelar sang winger PSG, tapi juga daftar Top 10 yang penuh kejutan.
Dari dominasi PSG hingga tumbangnya nama-nama langganan nominasi, edisi tahun ini menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam satu dekade terakhir.
5 Fakta Mengejutkan Ballon d’Or 2025
1. PSG Menggila di Top 10
Musim ini milik Paris! Dari 10 nama finalis, lima di antaranya berasal dari PSG: Ousmane Dembélé, Vitinha, Achraf Hakimi, Gianluigi Donnarumma, dan Nuno Mendes.
Dominasi ini mempertegas PSG sebagai kekuatan absolut Eropa. Bukan cuma tim, tapi juga individu mereka kini menguasai panggung dunia.
2. Haaland dan Bellingham Hilang
Inilah kejutan terbesar. Dua nama yang musim lalu selalu disebut kandidat utama Ballon d’Or, Erling Haaland dan Jude Bellingham, tidak masuk 10 besar.
Absennya duo Manchester City dan Real Madrid itu memicu perdebatan sengit di media sosial. Banyak yang menilai performa mereka tetap layak masuk daftar elite ini.
3. Mbappé “Terjun Bebas”
Pindah ke Real Madrid diharapkan jadi momentum Mbappé mengulang sukses Benzema, tapi justru sebaliknya.
Superstar asal Prancis itu hanya berada di peringkat 7, capaian terburuknya dalam lima tahun terakhir. Fakta ini kian panas karena Dembélé—mantan rekannya di PSG—justru berjaya di puncak.
4. Fenomena Lamine Yamal
Bintang muda Barcelona ini mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang pernah menembus posisi dua besar Ballon d’Or.
Di usia 18 tahun, ia sudah jadi pilar utama Blaugrana. Banyak pengamat memprediksi trofi Ballon d’Or tinggal menunggu waktu jatuh ke tangan wonderkid Spanyol ini.
Baca Juga: Dapat Dukungan Messi, Lautaro Martinez Dinilai Pantas Masuk Kandidat Ballon d’Or
5. Era Baru Ballon d’Or
Tidak ada lagi Messi, Ronaldo, Haaland, atau Lewandowski di 10 besar. Ballon d’Or 2025 menandai berakhirnya era lama dan lahirnya generasi baru.
Dari Dembélé hingga Yamal, wajah-wajah muda siap mengisi panggung sepak bola dunia di dekade berikutnya.
Komentar dan Kontroversi
Pengamat sepak bola Eropa menilai hasil voting kali ini menunjukkan pergeseran narasi besar: Ballon d’Or bukan lagi milik nama besar, tapi benar-benar diberikan kepada pemain yang paling menentukan trofi.
Meski begitu, perdebatan soal absennya Haaland dan Bellingham diprediksi akan terus bergulir hingga edisi berikutnya.
“Ballon d’Or 2025 adalah simbol revolusi. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi pesan bahwa sepak bola bergerak ke era baru,” tulis harian olahraga Prancis L’Équipe. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni