RADARTUBAN – Drama Ballon d’Or 2025 resmi berakhir. Nama Ousmane Dembele terukir sebagai pemenang, mengalahkan bintang muda Barcelona Lamine Yamal yang harus puas di peringkat dua.
Daftar Top 10 Ballon d’Or kali ini bikin heboh karena menghadirkan kejutan, termasuk posisi mengejutkan Kylian Mbappé yang hanya duduk di urutan ketujuh.
Ajang yang digelar di Théâtre du Châtelet, Paris, Selasa (23/9) dini hari WIB itu menjadi puncak perayaan musim spektakuler Dembélé.
Winger PSG itu tampil luar biasa dengan 60 laga, 37 gol, 15 assist, serta membawa Les Parisiens meraih quadruple: Ligue 1, Coupe de France, Trophée des Champions, dan Liga Champions.
Top 10 Ballon d’Or 2025
1. Ousmane Dembélé (PSG)
2. Lamine Yamal (Barcelona)
3. Vitinha (PSG)
4. Mohamed Salah (Liverpool)
5. Raphinha (Barcelona)
6. Achraf Hakimi (PSG)
7. Kylian Mbappé (Real Madrid)
8. Cole Palmer (Chelsea)
9. Gianluigi Donnarumma (PSG, kini pindah ke Manchester City)
10. Nuno Mendes (PSG)
PSG Dominasi, Haaland dan Bellingham Absen
Empat nama PSG masuk daftar 10 besar (Dembélé, Vitinha, Hakimi, Donnarumma, plus Nuno Mendes).
Dominasi ini semakin menegaskan status PSG sebagai raksasa Eropa baru.
Namun yang paling bikin heboh adalah fakta bahwa Erling Haaland dan Jude Bellingham – dua kandidat kuat tahun lalu – tak masuk 10 besar.
Kylian Mbappé, yang musim lalu pindah ke Real Madrid dengan penuh sorotan, justru hanya menempati peringkat ketujuh.
“Hasil ini menandakan perubahan era. Ballon d’Or kini tak hanya milik nama besar, tapi juga mereka yang benar-benar menentukan trofi,” tulis media Prancis Le Parisien.
Fenomena Lamine Yamal
Runner-up Lamine Yamal menjadi sorotan tersendiri. Wonderkid 18 tahun itu memimpin kebangkitan Barcelona di La Liga, mencetak banyak gol krusial, dan diprediksi bakal menjadi ancaman serius bagi Dembélé di edisi Ballon d’Or berikutnya.
“Lamine Yamal adalah masa depan. Tapi tahun ini adalah tahunnya Dembélé,” komentar legenda Prancis Thierry Henry dalam siaran langsung.
Era Baru Sepak Bola
Hasil Ballon d’Or 2025 dianggap sebagai titik balik. Para pengamat menilai ini era transisi dari dominasi Messi-Ronaldo menuju generasi baru yang lebih merata.
Dengan banyak pemain muda dan nama-nama non-penyerang masuk daftar, voting Ballon d’Or dinilai lebih objektif. (*)
Editor : Amin Fauzie