RADARTUBAN – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 4 yang dijadwalkan mulai Oktober, Persatu Tuban tak kunjung menemukan “tuannya”.
Anggota DPR RI Eko Wahyudi yang sebelumnya dikabarkan berminat mengambil alih Persatu, hingga saat ini tak kunjung ada kepastian.
Direktur PT Persatu Tuban Putra, Fahmi Fikroni membenarkan terkait kabar tersebut. Hanya saja, proses komunikasinya bukan dengan Eko Wahyudi secara langsung, tapi melalui orang kepercayaannya.
‘’Tapi jauh sebelum itu (ada komunikasi dengan orang kepercayaan Eko Wahyudi, Red) saya sudah pernah komunikasi (dengan Eko Wahyudi secara langsung). Saat itu, saya ngomong, kalau memang serius, silahkan ambil (Persatu),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dan semestinya, terang Roni—sapaan akrab Fahmi Fikroni—yang bersangkutan tidak perlu menggunakan perantara. ‘’Kami sudah ada kedekatan dengan Kang Yudi. Karena itu, seharusnya tidak perlu melalui perantara,’’ ujarnya.
Lantas, bagaimana dengan kelanjutan komunikasi tersebut? Roni mengaku belum ada kesepakatan apa pun.
Sebaliknya, pihak Eko Wahyudi sepertinya keberatan dengan syarat yang diajukan manajemen Persatu.
Salah satunya, dalam waktu dua tahun sudah naik kasta—dari Liga 4 ke Liga 3.
‘’Saya kira itu (naik kasta dalam waktu dua tahun, Red) mudah, karena dulu saya bisa, tentu yang lain pun bisa,’’ ungkapnya.
Lalu, langkah selanjutnya seperti apa? Roni mengaku masih memiliki opsi cadangan.
Menurutnya, ada beberapa pengusaha yang juga berminat mengambil alih Persatu.
‘’Kami tidak masalah, kalaupun Persatu harus diambil alih, silahkan, kami akan menyerahkan saham kami,’’ katanya, namun tetap dengan syarat yang diputuskan manajemen.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Eko Wahyudi tak kunjung memberikan jawaban terkait konfirmasi yang diajukan wartawan koran ini via WA. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama