RADARTUBAN - Neymar soroti hasil Ballon d’Or 2025 setelah Ousmane Dembele sukses membawa pulang trofi bergengsi tersebut.
Ajang penghargaan berlangsung di Théâtre du Châtelet, Paris, Senin malam, dan mencatat sejarah baru bagi Paris Saint-Germain (PSG).
Dembele Jadi Pemain PSG Pertama yang Menang Ballon d’Or
Ousmane Dembele mencatat prestasi luar biasa dengan menjadi pemain PSG pertama yang berhasil memenangkan Ballon d’Or.
Ia mengungguli Lamine Yamal dari Barcelona setelah tampil impresif sepanjang musim lalu.
Pemain asal Prancis ini menjadi kunci dalam perjalanan PSG meraih treble winners. Catatan statistiknya pun mengesankan: 35 gol dan 16 assist di seluruh kompetisi.
Dalam pidato kemenangannya, Dembele menekankan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian individu semata.
“Penghargaan ini berkat kerja kolektif. Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan setim saya,” ucapnya.
Dembele juga tidak melupakan masa lalunya bersama Barcelona.
“Saya ingin berterima kasih kepada FC Barcelona, klub impian saya. Saya pernah bermain dengan Lionel Messi, saya juga ingin berterima kasih kepadanya. Saya banyak belajar darinya,” katanya.
Selain itu, ia turut mengingat asal-usulnya. “Saya ingin berterima kasih kepada kampung halaman saya, Eure. Setiap kali ada kesempatan, saya selalu kembali ke sana. Orang-orang di lingkungan tempat saya tumbuh sangat berjasa hingga saya bisa berada di momen ini,” tambahnya.
Neymar Tanggapi Posisi Raphinha di Ballon d’Or
Meski banyak pihak memberi selamat, Neymar justru menyoroti posisi Raphinha dalam daftar peringkat Ballon d’Or 2025.
Mantan bintang PSG itu menilai hasil voting tidak mencerminkan performa sebenarnya.
Neymar menulis di Instagram: “Raphinha di peringkat 5 itu terlalu keterlaluan.”
Ini bukan kali pertama pemain asal Brasil itu kecewa dengan hasil Ballon d’Or.
Tahun lalu, ia juga mengkritik keputusan France Football yang tidak memberikan penghargaan kepada Vinicius Jr.
Statistik Raphinha Dianggap Layak Bersaing
Raphinha tampil impresif musim lalu dengan status top skor Liga Champions, mencetak 13 gol.
Tidak hanya itu, winger Brasil tersebut menorehkan 56 kontribusi gol di seluruh kompetisi, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan Ousmane Dembele maupun Lamine Yamal.
Meski demikian, ia tetap merendah saat membicarakan pencalonannya di Ballon d’Or. Dalam wawancaranya dengan Globo Esporte pada Maret lalu, ia mengatakan:
“Fakta bahwa saya disebut sebagai salah satu kandidat favorit Ballon d’Or saja sudah merupakan sebuah kemenangan setelah semua yang saya lalui dalam karier.”
Ia menambahkan: “Bisa berada di sana saja sudah merupakan sebuah kemenangan. Itu bukan hal yang saya jadikan fokus utama. Saya lebih fokus pada sepak bola, pertandingan demi pertandingan, sesi latihan demi sesi latihan.”
Perdebatan Terus Mengiringi Ballon d'Or
Ajang Ballon d’Or memang kerap menimbulkan perdebatan di dunia sepak bola. Musim ini, kemenangan Ousmane Dembele dan posisi Raphinha menjadi bahan diskusi utama.
Sementara itu, Neymar tetap konsisten bersuara lantang mengenai hasil penghargaan ini, terutama ketika rekan setimnya di tim nasional Brasil dinilai tidak mendapatkan apresiasi yang layak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni