Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Christian Eriksen Sindir Gary Neville dkk: Kritik Tajam Malah Bebani Manchester United

Bihan Mokodompit • Kamis, 25 September 2025 | 18:35 WIB
Christian Eriksen, buka suara soal mantan pemain MU yang "tajam" di media.
Christian Eriksen, buka suara soal mantan pemain MU yang "tajam" di media.

RADARTUBAN - Christian Eriksen Kritik Mantan Pemain Manchester United setelah merasa komentar mereka di media justru memberi dampak buruk kepada skuad saat ini.

Menurut Eriksen, pandangan yang terlalu negatif dari mantan pemain yang kini menjadi pundit, kerap membuat tekanan di dalam klub semakin besar.

Kritik Tajam dari Pahlawan Lama United

Mantan gelandang Manchester United itu menilai, banyak penggemar yang cenderung mengikuti opini para legenda seperti Gary Neville, Roy Keane, dan Paul Scholes.

Mereka sering kali mengkritik tajam performa klub yang belum mampu bersaing di papan atas Premier League sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.

“Kalau melihat seberapa besar klub ini, betapa banyak orang ingin terlibat, bahkan dalam sorotan media. Saya rasa sekarang saja kita sedang membicarakan United di sini. Itulah kekuatan klub,” ujar Eriksen dalam wawancara bersama ESPN.

Menurutnya, saat komentar para legenda bernada negatif, penggemar pun akan terpengaruh.

“Semakin tajam opini yang dilontarkan, semakin negatif pula perasaan terhadap klub, dan itu membuat situasinya semakin sulit, karena para penggemar mengikuti pahlawan mereka di televisi. Itu tidak membantu para pemain di klub,” tambahnya.

Prestasi United yang Sering Terlupakan

Meski gagal meraih gelar Premier League selama lebih dari satu dekade, Eriksen menilai Manchester United tetap memiliki pencapaian yang layak dihargai.

Dalam 12 tahun terakhir, mereka berhasil mengoleksi lima trofi, termasuk Piala FA, Piala Liga (Carabao Cup), dan Liga Europa.

Jumlah itu hanya dua lebih sedikit dibanding Liverpool, serta satu lebih banyak daripada Arsenal.

“Saya rasa jelas para penggemar ingin United kembali stabil sebagai klub papan atas. Tapi meski begitu, memenangkan Piala FA dan Carabao dalam dua musim terakhir tetaplah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh klub mana pun,” kata Eriksen.

Harapan untuk Perubahan Persepsi

Menurut Eriksen, masalah yang dihadapi Manchester United bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga ekspektasi besar dari publik.

Klub sebesar United dianggap seakan-akan tidak pernah cukup hanya dengan raihan piala domestik.

“Lalu ada juga soal ukuran, citra, dan perasaan terhadap United, seakan-akan itu semua masih dianggap tidak cukup. Saya harap pandangan itu bisa berubah. Bahkan Carabao yang dianggap ‘kecil’, pada saat itu terasa sangat besar,” ungkapnya.

Pernyataan Christian Eriksen Kritik Mantan Pemain Manchester United ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan tajam media, ada kenyataan bahwa klub masih berusaha menjaga tradisi juara.

Meski belum kembali mendominasi Premier League, raihan trofi seperti Piala FA tetap menunjukkan bahwa United masih berada di jalur kompetitif di kancah sepak bola Inggris. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Manchester United #paul scholes #gary neville #roy keane #christian eriksen