RADARTUBAN – Serie A Italia mendadak punya cerita baru yang bikin heboh.
Klub milik Bos Djarum, Como 1907 muncul sebagai bahan pembicaraan bukan karena kejutan hasil semata, tetapi karena sosok muda asal Argentina: Nico Páz.
Gelandang serang 19 tahun ini kembali mencetak gol akhir pekan lalu, yang berarti sudah 3 gol dan 3 assist hanya dalam 5 laga perdana Serie A musim ini.
Pada giornata ke-5, Como ditahan imbang klub promosi Cremonese dengan skor 1-1.
Nico Páz mencetak gol di menit ke-32, sedangkan gol penyama kedudukan dicetak Federico Baschirotto menit ke-69.
Laga yang berlangsung Sabtu (27/9) dinihari itu diwarnai satu kartu merah untuk pemain Como, Jesús Rodríguez pada menit ke-82.
Gol terbaru itu bukan hanya menambah angka di papan skor, tapi juga mempertegas perannya sebagai motor serangan utama.
Páz memadukan ketenangan khas pemain matang dengan keberanian menusuk seperti anak muda.
Simbol Kebangkitan Como
Kombinasi ini menjadikannya simbol kebangkitan Como – klub yang awalnya diprediksi hanya numpang lewat di kasta tertinggi, kini justru mulai dilirik sebagai kuda hitam.
Pelatih Como Cesc Fabregas pun terang-terangan terkesima. “Dia baru 19 tahun, tapi membaca permainan dan mengeksekusi peluang dengan cara yang jarang dimiliki pemain seusianya,” ujarnya.
Media Italia bahkan mulai menjuluki Páz sebagai “Messi Lake Como” berkat kreativitas dan insting tajamnya.
Bagi fans, setiap sentuhan Páz di Stadio Giuseppe Sinigaglia kini jadi tontonan wajib.
Dengan statistik luar biasa untuk pemain yang baru debut di Serie A, nama Nico Páz perlahan berubah jadi magnet baru liga paling tak terduga musim ini.
Statistik Kunci Nico Páz (Serie A 2025/2026)
✓ 3 gol dalam 5 pertandingan
✓ 3 assist dalam 5 pertandingan
✓ Kontribusi langsung ke 6 gol Como musim ini
✓ Usia baru 19 tahun
Baca Juga: Tottenham Tawar € 70 Juta untuk Nico Paz Ditolak Como, Real Madrid Siap Turun Tangan
Sensasi Baru Serie A
Dengan tiga gol dan tiga assist dari lima pertandingan, Nico Páz resmi menjadi sensasi baru Serie A – anak muda yang bukan cuma memperkaya daftar talenta Argentina di Eropa, tapi juga mengubah wajah Como menjadi pembicaraan utama di Italia.
Nama yang awalnya hanya diketahui penggemar akademi itu kini berubah jadi magnet baru kompetisi, sekaligus bukti bahwa Como punya senjata rahasia untuk mengguncang dominasi raksasa-raksasa Liga Italia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni