RADARTUBAN - Di tengah ramainya panggung sepak bola Eropa yang dihiasi bomber-bomber haus gol, satu nama justru mencuri sorotan karena ketangguhannya menjaga gawang.
Dialah Mile Svilar, kiper AS Roma, yang menjelma jadi tembok hidup Serie A sekaligus penjaga gawang paling “kejam” di lima liga top Eropa 2025.
Data terbaru @Squawka mengungkap fakta mencengangkan: Svilar sudah mengoleksi 15 clean sheet liga, jumlah terbanyak dibanding kiper mana pun di Eropa musim ini.
Termasuk Gianluigi Donnarumma, kiper anyar Manchester City - sebelumnya memperkuat PSG- yang baru saja meraih trofi Lev Yashin dalam ajang Ballon d'Or 2025.
Dalam laga teranyar di Serie A, Svilar mencatatkan clean sheet saat Roma menumbangkan Hellas Verona dengan skor 2-0 di Olimpico, Minggu (28/9) malam WIB.
Gol-gol tuan rumah dicetak oleh Artem Dovbyk menit ke-7 dan Matias Soule di menit ke-79.
Lebih mencengangkan lagi, dalam lima penampilannya di Serie A 2025/2026, dia hanya kebobolan satu gol dari 14 tembakan tepat sasaran yang mengarah ke gawangnya. Artinya, hampir setiap peluang lawan seolah mental begitu saja.
Punya Modal Jadi Kiper Hebat
Tak pelak, performa ini memicu diskusi panas di kalangan pengamat dan fans.
Apakah Svilar hanya “beruntung” karena sistem pertahanan Roma yang kian solid, atau memang tengah mencapai level baru dalam kariernya?
Bagi banyak tifosi Giallorossi, Svilar adalah kombinasi sempurna: refleks cepat, keberanian keluar kotak, dan ketenangan mental yang jarang dimiliki kiper muda.
Sejak dipercaya menjadi kiper utama, pemain berusia 26 tahun itu mampu mematahkan stigma lama bahwa Roma selalu “goyang” di bawah mistar.
Menariknya, pencapaian ini datang di saat Serie A sedang mengalami kebangkitan ketat di sektor pertahanan.
Namun Svilar tetap berdiri paling atas, seolah memberi sinyal kepada pesaingnya—mulai dari kiper-kiper veteran Premier League hingga La Liga—bahwa ada “tembok baru” yang sulit ditembus di Italia.
Kandidat Kiper Terbaik Eropa?
Dengan performa seperti ini, tak heran jika Svilar mulai disebut-sebut sebagai kandidat kiper terbaik Eropa musim ini.
Media Italia bahkan menjulukinya “Il Muro di Roma” – Tembok Roma – sebuah julukan yang semakin menguatkan citranya sebagai benteng terakhir yang nyaris mustahil ditembus.
Apakah ini hanya awal dari era kejayaan Svilar? Jika konsistensinya terjaga, bukan mustahil nama Mile Svilar akan melesat ke daftar elite kiper Eropa, bahkan jadi rebutan klub-klub raksasa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni