Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Coach Justin Bongkar Masalah MU: Dari Ruang Ganti Toxic, Manajemen Asal-Asalan hingga Hilangnya Filosofi Klub

Imanda Najwa Kirana Dewi • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:15 WIB

Coach Justin sebut MU kehilangan arah, ruang ganti bermasalah, fans sering kecewa pasca era Ferguson.
Coach Justin sebut MU kehilangan arah, ruang ganti bermasalah, fans sering kecewa pasca era Ferguson.

RADARTUBAN – Pengamat sepak bola Indonesia, Coach Justin (CJ), melontarkan kritik tajam terhadap kondisi internal Manchester United (MU).

Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Ruang Publik, dia menegaskan masalah utama Setan Merah bukan sekadar performa buruk di lapangan, tetapi rapuhnya fondasi klub dan atmosfer ruang ganti yang disebutnya toxic.

Menurut Coach Justin, posisi MU yang kini terpuruk di peringkat 15 Liga Inggris merupakan tamparan keras bagi klub sebesar mereka.

Namun, dia menekankan bahwa akar persoalan justru berada di balik layar.

“Ruang ganti itu harus happy, tidak stres. Karena saat ada dua, tiga, empat pemain yang stres, mereka akan ngomong di belakang, akan komporin pemain lain. Itu yang disebut ruang ganti MU toxic,” ujarnya.

Baca Juga: Onana Tinggalkan MU, Resmi Merapat ke Trabzonspor dengan Status Pinjaman

Ia juga menyoroti fans Manchester United yang menaruh ekspektasi tinggi, namun hasilnya sering berbanding terbalik dengan realita di lapangan.

Sejak era Sir Alex Ferguson berakhir, kata Coach Justin, MU kehilangan filosofi yang jelas.

Penunjukan pelatih yang terkesan acak membuat klub hanya mengejar trofi tanpa arah konsisten.

Baca Juga: Onana Selangkah Lagi Tinggalkan MU, Siap Merapat ke Trabzonspor

Coach Justin menilai banyak fans MU, terutama generasi yang pernah merasakan masa kejayaan di era Ferguson, memiliki tipikal sombong dan merasa klubnya tetap yang terbesar di dunia.

Berbicara soal perebutan gelar Liga Inggris, Coach Justin menyebut Liverpool sebagai kandidat terkuat musim ini.

The Reds dianggapnya punya kombinasi sempurna antara konsistensi pelatih, harmonisasi skuad, dan strategi finansial sehat.

Belanja besar mereka musim ini pun bukan hasil spekulasi instan, melainkan buah dari “menabung” bertahun-tahun sehingga tetap patuh pada aturan Financial Fair Play.

Sebaliknya, Arsenal menuai kritik pedas. Coach Justin menilai The Gunners terlalu royal membelanjakan uang untuk pemain yang tidak mampu tampil sebagai pembeda.

“Udahlah, enjoy the moment aja... nggak usah terlalu banyak berharap, nanti ujung-ujungnya kena PHP lagi,” sindirnya.

Ia juga tak ketinggalan mengomentari fans Chelsea yang disebutnya “songong” dan menganggap timnya penguasa London Biru, padahal selama tiga tahun terakhir kalah dari Arsenal.

Menutup pandangannya, Coach Justin menegaskan bahwa filosofi adalah kunci kesehatan jangka panjang sebuah klub.

Ia mencontohkan Ajax Amsterdam yang sukses menjaga stabilitas dengan filosofi pengembangan pemain muda hingga mampu bertahan dengan zero utang — kontras dengan kondisi Manchester United saat ini.

“Intinya, MU tidak sedang sekadar kehilangan poin, melainkan kehilangan arah.

Tanpa filosofi yang jelas, ruang ganti yang sehat, dan manajemen yang tegas, sulit bagi klub sebesar MU untuk bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Ferguson #performa buruk #Manchester United #Liga Inggris / Premier League #toxic #mu #Coach Justin