RADARTUBAN - Baru dua matchday, Liga Champions 2025/2026 sudah menyajikan banyak kejutan.
Bayern München dan Real Madrid tancap gas tak tersentuh, sementara Liverpool, Barcelona, Chelsea, hingga Juventus terseok-seok di jalur maut.
Aroma kejutan pekat menyelimuti Eropa: yang biasa jadi raja kini nyaris jadi korban!
Kompetisi paling bergengsi antar klub Eropa musim ini langsung menghadirkan drama di awal.
Klasemen sementara usai matchday kedua memperlihatkan jurang yang semakin jelas antara klub-klub yang siap tempur dan klub-klub yang masih mencari bentuk.
Qarabağ Jadi Kejutan
Di puncak, Bayern München dan Real Madrid tampil bak predator. Dua laga, dua kemenangan, selisih gol +6.
PSG dan Inter mengikuti dengan performa mantap, disusul Arsenal yang juga stabil.
Nama Qarabağ jadi kejutan: wakil Azerbaijan ini bercokol di posisi 6 juga dengan 6 poin dan selisih gol positif (+3)—pemandangan langka di panggung sebesar ini.
Borussia Dortmund dan Manchester City menggenapi peringkat 8 teratas. Keduanya sama-sama mengoleksi 4 poin, hasil sekali menang dan sekali imbang.
City yang biasanya mulus harus rela berbagi angka di matchday kedua.
Zona Play-offs Masih Panas
Di zona “knockout round play-offs”, Tottenham Hotspurs memimpin dengan koleksi empat poin.
Klub-klub besar seperti Atlético Madrid, Newcastle, Marseille, Sporting CP, Barcelona, Liverpool, Chelsea, dan Napoli yang baru mengoleksi tiga poin bersaing ketat.
Juventus yang baru mengoleksi dua poin masih terdampar di peringkat 23, hanya setingkat di atas klub gurem Bodo/Glimt dengan nilai sama.
Bila tren ini berlanjut, bukan mustahil mereka jadi korban eliminasi lebih dini.
Dengan koleksi poin minim, tim-tim raksasa itu harus bangkit atau siap terjun bebas ke jalur eliminasi.
Alarm Bahaya Benfica - Ajax
Di zona eliminasi, situasinya lebih suram lagi. Benfica, Athletic Club, Ajax Amsterdam, dan Kairat Almaty belum mendapatkan satu pun poin.
Ajax—empat kali juara Liga Champions—terperosok dengan selisih gol minus enam. Sebuah ironi bagi klub legendaris yang dulu pernah menguasai Eropa.
Setiap Laga Adalah Final
Klasemen usai dua matchday ini jadi alarm keras: Liga Champions 2025/2026 bukan lagi soal nama besar semata.
Bayern dan Madrid memang masih jadi standar, tetapi kuda-kuda hitam siap menjungkalkan siapapun.
Dengan format yang makin kompetitif, setiap laga ke depan akan menjadi pertaruhan hidup mati.
Siap-siap, kejutan berikutnya bisa saja lebih besar dari yang kita bayangkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni