Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Eks Manchester United Ini Negosiasi Kontrak dengan ChatGPT di Leyton Orient

Bihan Mokodompit • Jumat, 3 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Demetri Mitchel (Jersey merah) akui dirinya perbarui kontrak pakai chat gpt.
Demetri Mitchel (Jersey merah) akui dirinya perbarui kontrak pakai chat gpt.

 

RADARTUBAN - Demetri Mitchell negosiasi kontrak dengan ChatGPT menjadi sorotan menarik dari dunia sepak bola Inggris.

Mantan pemain akademi Manchester United itu mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu proses pembicaraan kontrak bersama klub barunya, Leyton Orient.

Pemain berusia 28 tahun ini menandatangani kontrak berdurasi dua tahun pada Juni lalu.

Saat ini, Mitchell sudah tampil dalam 10 pertandingan di semua kompetisi.

Dia mengaku memilih jalur berbeda dengan tidak menggunakan agen, melainkan memanfaatkan ChatGPT sebagai pendamping virtual dalam proses negosiasi.

ChatGPT Jadi "Agen" Baru Mitchell

Dalam sebuah wawancara di podcast From My Left, Mitchell menceritakan pengalamannya saat bernegosiasi dengan klub Leyton Orient.

“Mereka mengirimkan tawaran, lalu saya mulai menggunakan ChatGPT. Saya bertanya bagaimana cara menegosiasikan kontrak dan apa yang sebaiknya saya sampaikan,” ujarnya.

Mitchell lalu menuliskan beberapa poin ke dalam ChatGPT: gaji musim lalu, rencana pindah ke London dengan biaya hidup yang lebih tinggi, serta fakta bahwa istri dan anaknya juga akan ikut pindah. 

Dia juga merasa pantas mendapat kenaikan gaji, tetapi bingung bagaimana cara menyampaikannya tanpa terkesan menuntut.

Selain itu, karena tidak menggunakan agen, ia berencana menjadikan penghematan biaya agen sebagai uang tanda tangan.

Lewat akun X, Mitchell bahkan menulis: “ChatGPT adalah agen terbaik saya sejauh ini. Agen biasanya mengambil 5 persen, sedangkan ChatGPT hanya £15 per bulan untuk versi premium.”

Kehidupan Finansial Pesepak Bola Tidak Semewah yang Dibayangkan

Selain cerita unik tentang negosiasi kontrak, Mitchell juga mengungkap realita kehidupan pesepak bola profesional.

Menurutnya, kondisi finansial pemain di level bawah jauh berbeda dengan anggapan publik.

“Keuangan pesepak bola itu sangat berbeda dengan yang dibayangkan banyak orang,” jelasnya di TikTok. Ia mencontohkan, perbedaan besar terlihat ketika membandingkan gaji dokter dengan pemain di divisi bawah sepak bola Inggris.

Mitchell mengatakan bahwa gaji pesepak bola di League One hanya bersifat jangka pendek.

“Misalnya, kalau gajimu £3.000 per minggu, 45 persen langsung kena pajak, lalu ada potongan 5 persen untuk agen. Jadi yang benar-benar masuk kantong hanya setengahnya, sekitar £1.500 per minggu,” jelasnya.

Pentingnya Perencanaan Karier Setelah Sepak Bola

Mitchell menegaskan bahwa profesi sebagai pesepak bola bukanlah karier jangka panjang.

Dia mengingatkan bahwa pemain di liga bawah umumnya hanya memiliki kontrak satu hingga dua tahun.

“Karier pesepak bola tidak semewah dan semegah yang terlihat. Kamu harus memikirkan kehidupan setelah pensiun. Ini bukan profesi yang bisa kamu jalani sampai usia 65 tahun. Kebanyakan hanya bertahan dua tahun, sesuai kontrak yang kamu dapatkan,” kata Mitchell.

Cerita Demetri Mitchell negosiasi kontrak dengan ChatGPT sekaligus memberikan gambaran nyata bahwa dunia sepak bola tidak hanya soal gemerlap dan gaji besar.

Banyak pemain, khususnya di divisi bawah, yang harus cermat mengelola keuangan sekaligus memikirkan masa depan setelah karier bermain usai. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ChatGPT #agen #Manchester United #Demetri Mitchell #negosiasi