RADARTUBAN – Sensasi besar meletup di Asia Tengah. Uzbekistan bersiap menggebrak panggung sepak bola dunia dengan langkah tak biasa: mendekatkan Fabio Cannavaro—ikon Italia, kapten legendaris Azzurri saat juara Piala Dunia 2006—ke kursi pelatih tim nasional mereka.
Kabar ini dikonfirmasi sejumlah sumber top Eropa, termasuk pakar transfer kenamaan Fabrizio Romano melalui akun X miliknya, yang menyebut bahwa Cannavaro sudah memberikan persetujuan verbal untuk memimpin Tim Serigala Putih.
Kesepakatan personal dan garis besar kontrak disebut sudah “beres”. Tinggal hitam di atas putih dalam 24-48 jam ke depan sebelum pengumuman resmi digelar.
Bawa Pengalaman Internasional
Cannavaro, yang pernah merasakan atmosfer Liga Tiongkok hingga Serie A, siap menerima tantangan membesut tim non-tradisional di Piala Dunia 2026.
Langkah ini mengejutkan banyak pihak. Bukan hanya karena Uzbekistan jarang jadi sorotan di peta sepak bola dunia, tetapi juga karena nama Cannavaro membawa bobot sejarah, pengalaman internasional, dan aura juara yang luar biasa.
Dengan rekam jejaknya sebagai bek tangguh Real Madrid, Juventus, Parma, hingga sang Ballon d’Or 2006, Uzbekistan seperti menancapkan bendera: mereka serius dalam keikutsertaannya di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya ini.
Baca Juga: Indonesia Vs Uzbekistan: Kartu Merah Rizky Ridho dan Gol Bunuh Diri Pratama Arhan
Langkah Berani Federasi Uzbekistan
Keputusan ini sekaligus sinyal berani federasi Uzbekistan untuk mengubah wajah sepak bola nasional.
Mereka seolah ingin mengulang “dongeng” Korea Selatan 2002 atau Maroko 2022: tim non-unggulan yang mengguncang dunia.
Cannavaro datang dengan reputasi disiplin Eropa dan kemampuan membentuk lini pertahanan solid—sesuatu yang selama ini jadi titik lemah tim Asia Tengah itu.
Game Changer atau Eksperimen Mahal yang Gagal?
Publik Uzbekistan sudah mulai berdebat di media sosial: apakah Cannavaro bakal jadi “game changer” atau justru eksperimen mahal yang gagal?
Yang jelas, magnet Cannavaro membuat mata dunia kembali menoleh ke Tashkent.
Jika kesepakatan ini resmi diteken, Uzbekistan akan punya pelatih dengan nama paling mentereng di kawasan AFC saat ini.
Kita tunggu saja, 24-48 jam ke depan bisa jadi momen bersejarah: Fabio Cannavaro resmi jadi arsitek Uzbekistan.
Dunia mungkin tak menyangka, tapi inilah sepak bola modern—penuh kejutan dan ambisi besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni