RADARTUBAN - Tak hanya mendominasi, Bayern Munich benar-benar mencetak sejarah!
Klub raksasa Bundesliga itu menjadi tim pertama di lima liga top Eropa yang mampu membuka musim dengan 10 kemenangan beruntun.
Catatan fenomenal ini tak lepas dari sentuhan tangan dingin sang pelatih, Vincent Kompany, yang diam-diam membangun era baru di Allianz Arena.
Bayern Munich kembali membuktikan statusnya sebagai penguasa sepak bola Eropa.
Setelah menyapu bersih enam laga awal Bundesliga dengan kemenangan, kini Die Roten memperpanjang tren positifnya hingga 10 kemenangan beruntun di semua kompetisi pada awal musim 2025/2026.
Catatan ini menasbihkan Bayern sebagai klub pertama di lima liga top Eropa—Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1—yang memulai musim dengan rekor sempurna 10 kali menang.
Sebelumnya, tidak ada klub Inggris, Spanyol, Italia, maupun Prancis yang mampu menembus angka tersebut.
Kompany Awalnya Diragukan
Kredit besar patut diarahkan kepada Vincent Kompany.
Pelatih asal Belgia itu datang ke Munich pada 2024 lalu dengan ekspektasi besar namun juga keraguan publik.
Pengalamannya di Burnley dianggap terlalu ‘hijau’ untuk menangani raksasa sekelas Bayern.
Namun, Kompany justru memutarbalikkan opini. Dengan pendekatan taktik yang segar, agresif, dan cepat beradaptasi, Bayern kini tampil lebih dinamis, menyerang, dan sulit ditebak.
Data statistik memperkuat pencapaian Kompany. Bayern telah mencetak lebih dari 30 gol dalam sepuluh laga awal dengan hanya kebobolan minim.
Keberanian memainkan talenta muda, meramu bintang senior seperti Harry Kane, Jamal Musiala, Leroy Sané, hingga penguatan lini belakang, menjadi kombinasi yang membuat Die Roten tampak lebih ‘lapar’ ketimbang musim-musim sebelumnya.
Difavoritkan Menjuarai Liga Champions
Keberhasilan ini juga menjadi sinyal serius bagi pesaing mereka di Eropa.
Bayern bukan hanya kandidat juara Bundesliga, tapi juga kembali difavoritkan menjuarai Liga Champions.
Sementara itu, Kompany disebut-sebut tengah menyiapkan kejutan taktik baru untuk laga-laga besar mendatang.
Banyak pengamat menilai pencapaian ini pantas membuat nama Kompany disejajarkan dengan pelatih top Eropa lain, bahkan mungkin masuk dalam radar penghargaan pelatih terbaik FIFA jika tren ini berlanjut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama