Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Napoli - Roma Kudeta Milan: Klasemen Serie A Panas, Tiga Klub Aroma Indonesia Merangsek 10 Besar!

Tulus Widodo • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:58 WIB
Napoli melesat setelah menaklukkan Genoa dengan skor 2-1.
Napoli melesat setelah menaklukkan Genoa dengan skor 2-1.

RADARTUBAN - Drama panas Serie A Italia pekan ke-6 benar-benar mengguncang papan atas.

AC Milan, yang sempat bercokol di puncak, harus rela digeser Napoli dan AS Roma setelah hanya bermain imbang 0-0 dalam laga krusial melawan Juventus.

Hasil seri itu membuat Milan mengumpulkan 13 poin, tertinggal dua angka dari Napoli dan Roma yang sama-sama mencatat lima kemenangan dari enam laga (15 poin).

Napoli melesat setelah menaklukkan Genoa dengan skor 2-1. Sementara AS Roma tampil konsisten dan mencatat rekor identik: 5 menang, 1 kalah, dan total 15 poin.

Teranyar, Giallorossi menundukkan tuan rumah Fiorentina dengan skor 2-1.

Persaingan ini membuka babak baru perebutan scudetto yang musim ini tampak jauh lebih sengit ketimbang musim lalu.

Inter Milan masih setia membuntuti di posisi empat dengan 12 poin, sedangkan Juventus yang tengah berproses bersama pelatih Igor Tudor mulai merangkak naik ke peringkat lima, juga dengan 12 poin.

Atalanta dan Bologna turut mengisi papan tengah atas, masing-masing dengan 10 poin.

Tiga Klub “Aroma Indonesia”

Yang menarik, tiga klub yang punya aroma Indonesia—Como 1907, Sassuolo, dan Cremonese—berhasil menembus 10 besar klasemen sementara dengan poin yang sama yakni 9, hanya beda selisih gol.

Como (peringkat 8), Sassuolo (9), dan Cremonese (10) jadi cerita tersendiri bagi publik tanah air.

Dukungan finansial dan eksposur publik Indonesia terhadap klub-klub ini membuat namanya selalu disorot media nasional.

Como 1907 mungkin paling beraroma Indonesia. Dilansir dari wikipedia, saat ini Como menjadi klub sepakbola dengan pemilik terkaya di Italia setelah klub tersebut dibeli Grup Djarum (Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono) pada tahun 2019.

Selain itu, sejak 2022 sebagian kecil saham klub ini dimiliki oleh Cesc Fàbregas dan Thierry Henry.

Dengan pemilik baru yang merupakan salah satu konglomerat dunia (peringkat ke-64 dan ke-66 versi Forbes tahun 2022) Como merangkak naik ke Serie B pada tahun 2023–24. Dan, pada tahun 2024–25 kembali promosi ke Serie A.

Cremonese dan Sassoulo? Aroma Indonesia terasa di dua klub tersebut karena ada pemain Timnas Garuda yang bermain di sana.

Kiper Emil Audero bergabung dengan Cremonese. Sedangkan kapten timnas Jay Idzes merupakan punggawa Sassuolo.

Performa mereka memang belum stabil, tapi kehadiran di papan tengah atas sudah jadi sinyal positif: Serie A musim ini tidak lagi sepenuhnya milik raksasa tradisional.

Peta Persaingan Makin Rapat

Pekan ke-6 ini seakan menjadi titik awal pertarungan panjang. Dengan jadwal padat dan musim yang baru mulai, setiap tim wajib menjaga konsistensi.

Napoli dan Roma belum tentu bisa mempertahankan puncak jika Milan, Inter, dan Juventus menemukan ritme terbaik.

Sedangkan klub-klub “aroma Indonesia” bakal jadi magnet tersendiri—bukan hanya bagi media nasional, tetapi juga bagi sponsor dan fans baru dari tanah air.

Serie A kini bukan sekadar liga yang jauh di Italia. Setiap pekannya, publik Indonesia punya alasan untuk menonton, karena ada keterlibatan emosional, investasi, bahkan ekspektasi yang dibawa oleh tiga klub tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#cremonese #Como 1907 #emil audero #AC Milan #AS Roma #sassuolo #serie A #Napoli #Indonesia #Inter Milan