RADARTUBAN - Jawa Timur sedang menyiapkan diri menjadi pelopor dalam penyusunan SOP Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis.
Langkah ini menjadi upaya nyata untuk memastikan seluruh penyedia makanan bergizi di Indonesia mampu menjaga standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang layak dikonsumsi masyarakat.
Kadin Jawa Timur menilai, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga pada pengelolaan dapur dan kompetensi tenaga kerja yang menanganinya.
Karena itu, Jatim berinisiatif mengusulkan standar operasional prosedur yang bisa diterapkan di seluruh daerah sebagai acuan nasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Seluruh Dapur MBG Dilengkapi Alat Sterilisasi dan Filter Air Bersih
Kadin Jawa Timur Dorong SDM Dapur yang Kompeten dan Taat Aturan
Menurut Andriyanto, perwakilan Kadin Jawa Timur, banyak program serupa di luar provinsi yang gagal karena lemahnya pengawasan dan tidak adanya pedoman kerja yang baku.
"Kasus-kasus kegagalan dalam program serupa di luar Jawa Timur umumnya terjadi akibat lemahnya pengawasan dan kurangnya SOP yang baku. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah pusat menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang dapat diterapkan di seluruh daerah," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pembentukan SOP ini, sumber daya manusia di bidang pengelolaan makanan diharapkan menjadi lebih terampil, disiplin, dan taat asas.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan agar masyarakat mendapatkan makanan bergizi yang aman dikonsumsi setiap hari.
Jawa Timur Ditetapkan Sebagai Pilot Project Program Bergizi Nasional
Andriyanto menjelaskan, kondisi Kadin Jawa Timur saat ini relatif kondusif dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, pihaknya berencana menjadikan Jawa Timur sebagai proyek percontohan nasional untuk pelaksanaan sertifikasi dan pendampingan bagi seluruh penyedia program makan bergizi.
“Melalui inisiatif ini, Kami berharap Jawa Timur menjadi percontohan nasional dalam tata kelola dapur sehat dan bergizi,” tegasnya.
Program ini akan menjadi dasar penerapan SOP Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis di daerah lain.
Dengan dukungan pemerintah pusat, langkah ini diyakini dapat memperkuat ketahanan gizi masyarakat, sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga kerja di sektor kuliner publik.
Sertifikasi Juru Masak Jadi Langkah Penting Menjaga Keamanan Pangan
Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menambahkan bahwa pihaknya bersama Kadin Jawa Timur akan melakukan pendataan atau inventarisasi terhadap seluruh dapur penyedia makan bergizi di 38 kabupaten/kota.
Dari pendataan tersebut, Kadin akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi juru masak agar kualitas pelayanan semakin meningkat.
"Sertifikasi akan mencakup tiga skema utama. Pertama, sertifikasi bagi pengelola jasa boga. Kedua, sertifikasi bagi juru masak (cook). Ketiga, sertifikasi bagi penjamah makanan (food handler). Dalam waktu satu bulan ke depan, pelatihan dan sertifikasi ini akan digelar secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur," ungkapnya.
Program sertifikasi juru masak tersebut juga melibatkan empat lembaga sertifikasi profesi, termasuk LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan setiap tenaga kerja dan lembaga penyedia makanan memiliki kompetensi dan pengakuan resmi secara nasional.
Membangun Ekosistem Pangan Aman dan Berkelanjutan
Melalui sinergi antara pemerintah, Kadin Jawa Timur, lembaga sertifikasi, serta masyarakat, pelaksanaan SOP Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan efektif dan terukur.
Langkah ini sekaligus memperkuat penerapan keamanan pangan di setiap dapur penyedia makanan bergizi, sehingga masyarakat—terutama generasi muda—dapat menikmati makanan sehat, bergizi, dan aman.
Dengan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan regulasi yang jelas, Jawa Timur optimistis dapat menjadi contoh nyata bagi provinsi lain dalam penerapan program makan bergizi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni