RADARTUBAN - FIFA resmi membuka investigasi terhadap Guinea Khatulistiwa yang berpotensi membuat negara Afrika tersebut gagal tampil di Piala Dunia 2026.
Kasus ini muncul setelah tim nasional mereka tidak hadir dalam laga kualifikasi melawan Malawi.
Situasi ini menjadi perhatian dunia sepak bola internasional menjelang turnamen akbar yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Tengah Ketegangan
Menjelang Piala Dunia 2026, persaingan antarnegara semakin ketat. Dari total 48 tim yang akan berlaga di Amerika Utara, baru separuhnya yang sudah memastikan tiket lolos.
Benua Afrika sendiri mendapat jatah sembilan tempat otomatis, ditambah satu tiket tambahan melalui jalur play-off antar konfederasi.
Namun, peluang Guinea Khatulistiwa kini terancam setelah FIFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin akan menyelidiki alasan mereka absen dalam laga kualifikasi di Stadion Nasional Bingu, Lilongwe, Malawi.
Asosiasi Sepak Bola Malawi dalam pernyataannya menjelaskan bahwa pertandingan tersebut dibatalkan “karena kendala perjalanan yang tak terduga yang memengaruhi tim tamu.”
Pernyataan itu menegaskan adanya masalah logistik yang membuat laga tidak bisa dilanjutkan.
Kisruh Internal dan Sanksi Sebelumnya
Masalah yang menimpa Guinea Khatulistiwa bukanlah yang pertama.
Sebelumnya, FIFA telah memutuskan dua kekalahan walkover 3-0 bagi mereka pada November lalu setelah kapten tim, Emilio Nsue, dinyatakan tidak memenuhi syarat tampil di laga kualifikasi.
Meski kemudian diizinkan kembali memperkuat tim, reputasi mereka sudah sempat tercoreng.
Menariknya, sebuah unggahan di akun resmi tim nasional mengungkapkan bahwa para pemain sepakat untuk tidak melakukan perjalanan karena khawatir terhadap kesehatan mereka.
Mereka menolak terbang semalaman dan tiba di lokasi pertandingan hanya beberapa jam sebelum kick-off.
Keputusan itu berujung pada penangguhan pelatih Juan Micha oleh federasi sepak bola nasional.
Melalui media sosial, federasi menyebut bahwa “para pemain dan pelatih telah tidak menghormati rakyat Guinea Khatulistiwa.”
Ancaman Terhadap Kesempatan Lolos
Jika hasil investigasi FIFA terhadap Guinea Khatulistiwa menemukan pelanggaran serius, negara tersebut bisa kehilangan peluang untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Saat ini, mereka berada di posisi kedua di bawah Tunisia dan masih memiliki peluang untuk lolos ke babak play-off.
Namun, sanksi tambahan dari FIFA bisa menjadi akhir dari perjuangan panjang mereka.
Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya profesionalisme dan disiplin dalam sepak bola internasional.
Dengan ketegangan yang meningkat di tahap akhir kualifikasi, semua mata kini tertuju pada keputusan akhir FIFA terkait kasus Guinea Khatulistiwa ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni