RADARTUBAN - AC Milan kembali membuktikan pamornya sebagai salah satu klub elite Eropa.
Klub berjuluk Rossoneri itu resmi dinobatkan sebagai tim paling bernilai di Italia dengan valuasi menyentuh € 1,8 miliar atau sekitar Rp 33 triliun.
Data ini bersumber dari laporan terbaru Football Benchmark yang dirilis melalui platform Transfermarkt.
Milan menduduki peringkat ke-13 dunia, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya—menyalip rival domestik seperti Inter Milan dan Juventus FC.
Rossoneri unggul tipis atas Inter dan Juventus, yang masing-masing mencatat valuasi € 1,7 miliar.
Sementara Napoli berada di posisi 16 dunia dengan € 1,1 miliar. Dua klub lain, AS Roma dan Atalanta BC, menempati posisi 21 dan 25.
Di level global, lima besar dikuasai raksasa Eropa: Real Madrid CF (€ 6,3 miliar), Manchester City FC (€ 5,1 miliar), Manchester United FC (€ 5 miliar), FC Barcelona (€ 4,5 miliar), dan FC Bayern Munich (€ 4,3 miliar).
Strategi Bisnis yang Moncer
Peningkatan valuasi Milan bukan kebetulan. Klub ini belakangan agresif mengembangkan lini bisnis non-pertandingan seperti sponsor global, ekspansi pasar Asia–Amerika, serta pembenahan infrastruktur.
Faktor performa stabil di Liga Italia juga ikut mendongkrak daya jual brand.
Konsistensi Rossoneri bersaing di papan atas Serie A menjadi modal penting.
Ditambah, daya tarik sejarah klub yang kaya gelar membuat Milan tetap seksi di mata sponsor dan investor.
Rivalitas Semakin Panas
Dominasi Milan di tangga valuasi dipastikan makin memanaskan rivalitas domestik.
Inter dan Juventus—dua klub dengan basis fans besar—diprediksi bakal memperkuat strategi komersial mereka demi mengejar ketertinggalan.
Persaingan tidak lagi sekadar soal trofi, tapi juga soal siapa yang paling kuat secara bisnis.
Peta valuasi ini semakin menegaskan arah sepak bola modern: kekuatan finansial jadi fondasi utama dominasi di lapangan.
Dalam konteks Italia, Milan kini jadi tolok ukur. Rivalnya harus berlari lebih cepat jika tak ingin tertinggal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni