RADARTUBAN - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan salah satu pemain penting yang tidak masuk dalam daftar skuad untuk laga melawan Wales dan Latvia.
Langkah ini menjadi sorotan publik setelah keputusan Tuchel dalam memilih 24 pemain dinilai cukup berani dan mengejutkan.
Keputusan Mengejutkan Thomas Tuchel dalam Seleksi Timnas Inggris
Dalam pengumuman skuad bulan ini, Thomas Tuchel meninggalkan beberapa nama besar seperti Jack Grealish, Phil Foden, dan Adam Wharton.
Ketiganya tampil impresif di Premier League, namun tetap tidak mendapat tempat di skuad utama.
Keputusan ini pun menimbulkan banyak perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Inggris.
Tak hanya itu, Jude Bellingham juga tidak dimasukkan karena sang pelatih menyebut bahwa gelandang Real Madrid itu masih dalam tahap pemulihan pasca operasi bahu kiri yang dilakukan pada Juli lalu.
Absennya Bellingham menjadi topik utama, mengingat ia adalah salah satu pemain yang konsisten menampilkan performa luar biasa di klubnya.
Jude Bellingham Jadi Perhatian Utama Setelah Ditinggalkan
Sebelumnya, Thomas Tuchel sempat meminta maaf secara terbuka karena pernah menyebut perilaku Bellingham di lapangan sebagai “menjijikkan”.
Komentar itu muncul setelah kemenangan Inggris atas Senegal pada Juni lalu.
Saat itu, Tuchel memuji semangat juang Bellingham, namun juga menyinggung bahwa ibunya menganggap perilaku sang gelandang sebagai sesuatu yang “repulsive”.
“Saya menggunakan kata itu tanpa sengaja, dan saya ingin memperjelas hal itu,” ujar Tuchel pada Agustus lalu.
“Tidak ada maksud tersembunyi, tidak ada pesan tertentu. Saya sepenuhnya memahami bahwa tanggung jawab atas munculnya berita itu ada pada saya. Saya menyesal telah menimbulkan kegaduhan dan menyesal atas judul-judul berita yang muncul akibat pernyataan saya.”
Tuchel Janjikan Komunikasi dengan Pemain yang Tak Masuk Skuad
Meski tidak dipanggil dalam dua laga terakhir, Bellingham tetap disebut sebagai pemain penting oleh Thomas Tuchel.
Ia memastikan akan berbicara langsung dengan gelandang Real Madrid tersebut sebelum laga Timnas Inggris berikutnya menghadapi Serbia dan Albania pada November mendatang.
“Saya rasa begitu. Kenapa tidak? Tentu saja dia pemain penting, pemain besar,” ujar Tuchel.
“Saya akan berbicara dengan banyak pemain, termasuk mereka yang akan menerima pesan dari saya—mereka yang tidak berada di kamp latihan, terutama mereka. Karena para pemain yang ada di sini sekarang sudah mendapat penghargaan atas kerja keras mereka, dan mereka bisa merasakannya. Maka penting juga bagi saya untuk tetap berhubungan dengan pemain lain.”
Baca Juga: Thomas Tuchel Tegaskan Inggris Tak Bisa Sukses Hanya dengan Pemain Paling Berbakat
Pesan Positif dari Thomas Tuchel untuk Semua Pemain
Tuchel menegaskan bahwa keputusan tidak memanggil beberapa nama bukanlah bentuk hukuman.
Ia menilai setiap pemain masih memiliki peluang yang sama untuk kembali memperkuat Timnas Inggris di pertandingan berikutnya.
“Tidak ada yang melakukan kesalahan. Ini bukan hukuman atau semacamnya. Dan saya merasa, ketika saya mengirim pesan atau berbicara dengan mereka, semua pemain bersemangat untuk kembali ke tim. Begitulah seharusnya. Ada banyak pemain di luar sana yang sebenarnya pantas berada di skuad kami.”
Dengan pendekatan komunikatif ini, Thomas Tuchel menunjukkan kepemimpinan yang terbuka dan berimbang dalam membangun kembali Timnas Inggris agar tetap kompetitif di setiap laga internasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni