RADARTUBAN - Lamine Yamal resmi menjadi pemain paling bernilai di dunia sepak bola saat ini.
Angkanya bikin mata melotot: € 200 juta atau setara Rp 3,5 triliun.
Pemain remaja berusia 18 tahun itu melesat sendirian di puncak daftar “Most Valuable Players” lima liga top Eropa, mengungguli sederet bintang mapan.
Data tersebut dipublikasikan akun resmi LiveScore dan langsung mengguncang jagat sepak bola dunia.
Dalam daftar itu, Yamal mengungguli empat megabintang: Jude Bellingham, Kylian Mbappe (Real Madrid), Erling Haaland (Manchester City), dan Bukayo Saka (Arsenal).
Bocah 18 Tahun Geser Raksasa Dunia
Yang membuat daftar ini makin sensasional bukan cuma nilainya, tapi siapa yang duduk di puncak.
Yamal—yang bahkan belum genap tiga tahun tampil reguler di tim utama—menyalip nilai pasar pemain kelas dunia yang telah kenyang gelar dan trofi.
Bellingham, Haaland, dan Mbappe sebelumnya jadi langganan tiga besar dengan valuasi stabil di kisaran € 180 juta.
Kini posisi mereka resmi digeser oleh pemain yang baru saja mencatat musim breakout di La Liga dan Eropa.
“Ini bukan sekadar tren sesaat. Nilai pasar Yamal mencerminkan bagaimana klub-klub Eropa melihat masa depan,” ujar salah satu analis transfer Eropa yang dikutip media Spanyol.
“Yamal bukan hanya prospek—ia sudah menjadi aset elite global.”
Efek Domino: Barca Pegang Berlian
Kenaikan nilai pasar Yamal otomatis membuat FC Barcelona memegang kartu emas di bursa transfer.
Klub-klub besar yang menaruh minat kini harus siap membayar lebih dari harga satu stadion jika ingin membajaknya.
Barcelona sendiri disebut tidak akan melepas sang wonderkid dalam waktu dekat.
Kontrak panjang, klausul pelepasan selangit, plus dukungan fans menjadikan Yamal sebagai wajah masa depan klub Catalan.
“Barca tahu mereka punya berlian. Melepasnya sekarang sama saja dengan bunuh diri proyek jangka panjang,” tulis analis transfer dari Spanyol.
Baca Juga: Zinedine Zidane Puji Lamine Yamal, Sebut Pemain Barcelona yang Bikin Terpesona
Bellingham–Haaland–Mbappe Tak Kejar-kejaran, Tapi…
Bellingham, Haaland, dan Mbappe bukan “turun” nilai, melainkan stagnan di kisaran € 180 juta.
Namun kemunculan Yamal dengan ledakan performa—plus usia yang jauh lebih muda—membuatnya lebih bernilai secara ekonomi dan strategis.
Faktor usia ini sangat krusial. Klub pembeli bukan hanya membeli performa hari ini, tapi masa depan 10 tahun ke depan.
Di situlah Yamal punya keunggulan mutlak.
Bukayo Saka Bertahan di Lima Besar
Nama Bukayo Saka tetap bertahan di posisi lima besar dengan nilai € 150 juta.
Meski sedikit di bawah “tiga besar,” winger muda Arsenal itu tetap jadi komoditas panas Premier League, dengan performa stabil musim demi musim.
Dunia Sepak Bola Memasuki Era Baru
Munculnya Yamal di puncak daftar pemain termahal menandai perubahan besar lanskap sepak bola modern.
Era dominasi pemain muda supertalenta semakin nyata. Investor, sponsor, dan klub-klub kaya mulai menggeser fokus dari pemain bintang mapan ke generasi emas masa depan.
Dunia sepak bola kini menatap Yamal sebagai simbol tren baru: Future Value Beats Current Stardom. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni