Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Legenda Abadi Fabio Cannavaro, Bek Tangguh yang Menang Ballon d’Or Saat Klubnya Terdegradasi ke Serie B

Bihan Mokodompit • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Fabio Cannavaro bersama trofi Ballon d
Fabio Cannavaro bersama trofi Ballon d

RADARTUBAN - Nama Fabio Cannavaro masih menjadi legenda besar dalam dunia sepak bola.

Ia dikenal sebagai satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan Ballon d’Or di musim yang sama ketika klubnya terdegradasi.

Prestasi luar biasa ini membuat namanya abadi dalam sejarah sepak bola dunia, bahkan tak bisa disamai oleh Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi.

Perjalanan Karier di Italia dan Eropa

Sepanjang kariernya, Fabio Cannavaro banyak menghabiskan waktu di Italia. Ia bermain untuk Napoli, Inter Milan, dan terutama Juventus.

Penampilan solidnya di lini belakang membuatnya dikenal sebagai bek dengan jiwa kepemimpinan tinggi.

Namun, momen paling gemilang dalam kariernya datang pada tahun 2006, ketika ia memimpin Italia menjuarai Piala Dunia.

Di bawah kepemimpinannya, tim Italia hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen dan mencatat lima kali nirbobol.

Berkat performa gemilang itu, Cannavaro diganjar penghargaan Ballon d’Or, menjadi bek ketiga dalam sejarah yang meraih trofi prestisius tersebut setelah Franz Beckenbauer dan Matthias Sammer.

Baca Juga: Siapa yang Dipilih Messi dan Ronaldo di Ballon d'Or? Ini Daftar Lengkapnya Sejak 2010

Juventus Terdegradasi, Cannavaro Tetap Berjaya

Keunikan rekor Fabio Cannavaro muncul pada musim yang sama dengan skandal besar Calciopoli.

Kala itu, Juventus harus rela kehilangan dua gelar Serie A (2005 dan 2006) dan terdegradasi ke Serie B.

Meski klubnya jatuh, Cannavaro justru mencapai puncak karier pribadi dengan meraih Ballon d’Or di tahun yang sama.

Beberapa pemain memilih bertahan di Turin, seperti Gianluigi Buffon, untuk membantu Juventus bangkit.

Namun Cannavaro memilih tantangan baru dengan bergabung bersama Real Madrid.

Karier Bersama Real Madrid

Pindah ke Real Madrid pada tahun 2006 dengan nilai transfer sekitar €7 juta, Fabio Cannavaro langsung menjadi bagian penting dari pertahanan klub raksasa Spanyol itu.

Dalam tiga musim perdananya, ia sukses mempersembahkan dua gelar La Liga.

Setelah tiga tahun, ia sempat kembali ke Juventus, meski masa keduanya di klub hanya berlangsung singkat.

Menariknya, Cannavaro masuk dalam jajaran pemain top yang pernah membela dua klub besar tersebut, seperti Zinedine Zidane, Gonzalo Higuaín, dan Álvaro Morata.

Warisan dan Pertemuan Dua Klub Raksasa

Kini, dua klub besar yang pernah dibelanya, Juventus dan Real Madrid, akan kembali bertemu di ajang Liga Champions pada Rabu, 22 Oktober, di Stadion Santiago Bernabéu.

Real Madrid tengah dalam performa apik, sementara Juventus masih berjuang mencari kemenangan pertama.

Warisan Fabio Cannavaro tetap hidup di kedua klub itu. Ia bukan hanya simbol ketangguhan, tetapi juga bukti bahwa kerja keras dan dedikasi mampu melahirkan sejarah—bahkan di tengah situasi paling sulit sekalipun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Sepak Bola #serie b #Ballon D'or #Juventus #Lionel Messi #Cristiano Ronaldo #fabio cannavaro #Napoli #Inter Milan