RADARTUBAN - Klub asal Israel, Maccabi Tel Aviv, akhirnya mengambil langkah tegas dengan menolak jatah tiket laga Europa League melawan Aston Villa di Villa Park.
Keputusan ini muncul setelah otoritas keamanan Inggris memutuskan untuk melarang suporter Maccabi Tel Aviv hadir karena alasan keselamatan publik.
Pertandingan Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv Dinilai Berisiko Tinggi
Larangan tersebut bermula dari keputusan Birmingham Safety Advisory Group (SAG) yang menilai pertandingan Aston Villa melawan Maccabi Tel Aviv sebagai laga berisiko tinggi.
Menurut pernyataan resmi Kepolisian West Midlands, pihaknya memberikan rekomendasi kepada SAG karena adanya kekhawatiran terhadap keamanan publik, baik di dalam maupun di luar stadion.
Kepolisian menegaskan, keputusan ini dibuat berdasarkan “intelijen terkini dan insiden sebelumnya, termasuk bentrokan dan tindak kekerasan yang terjadi dalam laga Europa League 2024 antara Ajax dan Maccabi Tel Aviv di Amsterdam.”
Dalam insiden tersebut, lebih dari 60 orang ditangkap akibat serangan terhadap pendukung asal Israel.
Pejabat Amsterdam menyebut, kekerasan itu dipicu oleh “kombinasi berbahaya antara antisemitisme, hooliganisme, dan kemarahan.”
Baca Juga: Tewaskan Tokoh Militer Penting, Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv sebagai Serangan Balasan
Reaksi Pemerintah dan UEFA terhadap Larangan Suporter Maccabi
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menilai larangan kehadiran suporter Maccabi Tel Aviv di Villa Park merupakan “keputusan yang salah.”
Sementara itu, UEFA menegaskan bahwa keputusan terkait keamanan tetap berada di tangan otoritas lokal, namun mereka “mendorong kedua tim dan pihak berwenang untuk menemukan solusi yang memungkinkan pertandingan berjalan dengan aman.”
Larangan ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di dalam negeri Israel.
Laga derby antara Maccabi Tel Aviv dan Hapoel Tel Aviv baru-baru ini dibatalkan karena terjadi bentrokan hebat antar suporter di jalanan Tel Aviv.
Polisi bahkan menurunkan kuda untuk meredam kerusuhan yang melibatkan flare, granat asap, dan lemparan batu dari tribun.
Pernyataan Resmi Maccabi Tel Aviv Soal Larangan di Villa Park
Dalam pernyataannya, Maccabi Tel Aviv menegaskan bahwa klub tidak akan menerima jatah tiket apa pun untuk laga di Europa League tersebut.
“Keselamatan dan kesejahteraan para pendukung kami adalah prioritas utama, dan berdasarkan pengalaman pahit sebelumnya, kami memutuskan untuk menolak jatah tiket tandang apa pun. Keputusan ini harus dipahami dalam konteks tersebut,” tulis klub dalam pernyataannya.
“Kami berharap situasi dapat berubah, dan kami menantikan kesempatan untuk bermain di Birmingham dalam suasana olahraga yang positif di masa mendatang.”
“Kami percaya bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang yang menyatukan orang, bukan memecah belah.”
Maccabi juga menolak tudingan bahwa perilaku para pendukungnya menjadi alasan larangan tersebut.
“Para pendukung kami secara rutin bepergian ke seluruh Eropa tanpa masalah,” tegas klub.
“Menuding perilaku mereka sebagai alasan larangan ini merupakan bentuk penyimpangan dari kenyataan.”
Klub menutup pernyataannya dengan apresiasi terhadap pemerintah Inggris dan kepolisian atas upaya menjaga keselamatan.
“Kami menghargai upaya pemerintah Inggris dan pihak kepolisian untuk memastikan kedua kelompok suporter dapat hadir dengan aman, serta berterima kasih atas dukungan dari komunitas sepak bola di seluruh dunia.”
Upaya Maccabi Tel Aviv Menjaga Citra dan Keamanan
Langkah Maccabi Tel Aviv menolak tiket tandang dapat dilihat sebagai upaya menjaga keselamatan sekaligus melindungi citra klub di mata publik.
Dengan kondisi keamanan yang belum kondusif, keputusan tersebut mencerminkan tanggung jawab klub terhadap suporter mereka dan semangat sportivitas yang tetap dijunjung tinggi di kancah Europa League. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni