Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jay Idzes Jadi Pemain Indonesia Pertama Punya Wajah Asli di EA Sports FC 26

Tulus Widodo • Jumat, 24 Oktober 2025 | 14:33 WIB
Jay Idzes mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang mendapat pemodelan wajah asli di gim EA Sports FC 26, menandai pengakuan global sepak bola Indonesia.
Jay Idzes mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang mendapat pemodelan wajah asli di gim EA Sports FC 26, menandai pengakuan global sepak bola Indonesia.

RADARTUBAN – Satu lagi kabar membanggakan datang dari sepak bola Indonesia.

Bek tim nasional, Jay Idzes, resmi tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang mendapat pemodelan wajah asli (real face) di gim sepak bola ternama EA Sports FC 26, pengganti seri legendaris FIFA.

Kabar itu dikonfirmasi lewat unggahan akun X (Twitter) @cjmofficial, yang menunjukkan tampilan karakter Idzes dengan wajah tiga dimensi akurat — bukan model generik seperti mayoritas pemain Asia Tenggara lain.

Sebuah pengakuan simbolik yang mencerminkan pergeseran citra sepak bola Indonesia di mata global.

Dari Serie A ke Virtual World

Jay Idzes, bek 25 tahun yang kini memperkuat Sassuolo di Serie A Italia, menjadi wajah baru kebanggaan Garuda.

Keberadaannya di gim dengan wajah autentik bukan hal sepele.

EA Sports dikenal hanya memberi fitur real face untuk pemain yang sudah menjalani proses face scan resmi — umumnya mereka yang bermain di liga-liga besar Eropa atau masuk radar pemasaran global.

Artinya, Idzes bukan sekadar pemain diaspora, tapi sudah dianggap representatif secara komersial dan teknis.

Dalam konteks lebih luas, ini menandai langkah kecil tapi bersejarah bagi sepak bola Indonesia dalam ekosistem hiburan digital.

“Ini bukan cuma soal wajah di gim, tapi soal pengakuan bahwa pemain Indonesia punya nilai di pasar global,” kata seorang analis e-sport Asia, Ryo Nakamura, saat dikutip media Jepang Game Watch.

Dampak ke Citra Timnas dan Fanbase

Penggemar sepak bola Indonesia yang juga gamer tahu betul bagaimana selama bertahun-tahun pemain-pemain Garuda tampil dengan model acak di game EA Sports.

Sekarang, kehadiran Idzes dengan wajah nyata membawa rasa keterwakilan baru.

Bagi fan diaspora maupun pemain e-sport lokal, ini simbol bahwa Indonesia mulai diakui di level yang dulu terasa mustahil.

Fenomena ini juga selaras dengan peningkatan eksposur Timnas di kancah Asia setelah tampil impresif di Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Popularitas Idzes — yang baru bergabung dengan skuad Garuda akhir 2023 — turut mengerek minat publik internasional terhadap sepak bola Indonesia.

Antara Simbol dan Momentum

EA Sports tak pernah sembarangan memilih wajah untuk di-scan. Prosesnya melibatkan lisensi resmi klub dan federasi.

Dalam hal ini, keikutsertaan Sassuolo di liga utama Italia membuka jalan bagi pemindaian wajah Idzes.

Namun, yang membuat momen ini penting adalah status kebangsaannya: pemain berdarah Belanda-Indonesia itu memilih membela Merah Putih di level internasional.

Dengan langkah ini, Jay Idzes bukan hanya membela Indonesia di lapangan, tapi juga di dunia digital — di mana jutaan gamer di seluruh dunia kini bisa memainkan karakter pemain Indonesia dengan wajah nyata.

Sebuah bentuk “soft power baru” sepak bola nasional di ruang hiburan global.

Simbol Pengakuan Dunia Digital

Dalam industri gim, representasi punya makna politis dan ekonomi. Ketika EA Sports memasukkan wajah Jay Idzes secara resmi, itu artinya Indonesia tak lagi sekadar “tim eksotis Asia Tenggara”, tapi mulai diperhitungkan sebagai pasar yang hidup dan berkembang.

Sebuah capaian yang tak bisa diukur dengan gol atau assist, melainkan dengan pengakuan simbolik di industri hiburan digital bernilai miliaran dolar. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#EA Sports FC #asia tenggara #pemain #jay idzes #Indonesia