RADARTUBAN - Inter Milan kembali membuktikan diri sebagai satu-satunya wakil Italia yang masih disegani di Eropa.
Dalam pembaruan ranking UEFA lima tahun terakhir (quinquennale), Nerazzurri bertengger di posisi ketiga dunia dengan 119.250 poin, hanya kalah dari Real Madrid dan Bayern Munchen.
Real Madrid kokoh di puncak dengan 129.500 poin. Blaugrana tak tergoyahkan di posisi teratas berkat konsistensinya dalam lima tahun terakhir.
Bayern Munchen membayangi di posisi kedua dengan 120.250 poin. Prestasi klub Bavarian ini juga cukup stabil, hingga membuatnya berada di posisi kedua ranking terbaik UEFA.
Tegaskan Konsistensi Inter di Kancah Eropa
Pencapaian ini menegaskan konsistensi Inter di kancah Eropa. Sejak menembus final Liga Champions 2024 dan tampil stabil di fase-fase penting kompetisi antarbenua, klub biru-hitam itu kini menjadi “wajah Italia” di papan atas sepak bola Eropa.
Sementara itu, rival sekotanya, AC Milan, justru tercecer jauh di posisi 23 dengan 66.000 poin.
Padahal, mereka pernah berjaya di Eropa dengan tujuh gelar Liga Champions. Kini, catatan performa mereka di UEFA tampak memudar.
Tak kalah mencolok, Juventus—yang sempat menjadi raja Serie A selama satu dekade—ikut terpuruk di posisi 27. Si Nyonya Tua hanya mengoleksi 61.250 poin.
Disusul Napoli di peringkat 30 meski berstatus juara bertahan Serie A.
Tim besutan Antonio Conte itu mengumpulkan 59.000 poin.
Raksasa Italia Kehilangan Taji di Eropa
Kondisi ini jadi cermin bagaimana raksasa Italia lainnya tengah kehilangan taji di kompetisi Eropa.
Di bawah Inter, tidak ada satu pun klub Serie A yang mampu menembus 10 besar UEFA ranking.
Di mana posisi top diisi nama-nama mapan seperti Manchester City, Liverpool, PSG, hingga Dortmund.
Raksasa Inggris, Manchester City menempati peringkat 4, persis di bawah Inter Milan. The Citizens mengumpulkan 113.750 poin.
Disusul Liverpool dengan 111.500 poin dan juara bertahan Liga Champions, PSG yang mengumpulkan 106.500 poin.
Dua posisi di bawahnya ditempati klub Bundesliga, Borrusia Dortmund dan Bayern Leverkusen yang masing-masing mengumpulkan skor 95.750 dan 93.250.
Yang cukup mengejutkan adalah Barcelona. Raksasa LaLiga itu hanya berada di peringkat 9 dengan 93.250 poin, sama dengan Leverkusen.
Klub Premier League, Arsenal melengkapi 10 besar dengan koleksi 87.000 poin.
“Ini bukan sekadar soal nama besar, tapi kontinuitas performa. Inter menjaga stabilitas, sementara Milan dan Juve masih naik-turun,” ujar seorang analis sepak bola Italia kepada Transfermarkt.
Keberhasilan Inter bertahan di elit Eropa menjadi kontras tajam di tengah meredupnya pamor klub-klub Italia lainnya.
Jika tren ini berlanjut, Serie A mungkin akan kembali hanya punya satu raja—dan warna biru hitam jelas masih mendominasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni