RADARTUBAN – Ilham Rio Fahmi tidak menunggu kesempatan datang. Ia menciptakan jalannya sendiri.
Bek Persija Jakarta sekaligus pemain Timnas Indonesia ini memulai kariernya bukan dari akademi sepak bola ternama, melainkan dari konter HP milik keluarganya di Banjarnegara.
Setiap hari, Rio melayani pembeli, mengisi pulsa, dan menabung sedikit demi sedikit untuk membayar biaya seleksi Persija U-20.
Di sela waktu, ia ikut turnamen tarkam demi menambah pengalaman dan mengasah kemampuan.
Mimpinya tumbuh bukan dari fasilitas, tapi dari kemauan keras yang ia bangun setiap hari.
“Kalau saya tidak mencoba, saya tidak akan pernah tahu batas kemampuan saya,” ujar Rio dalam wawancara di kanal YouTube Sport77 Official.
Dari Konter HP ke Seleksi Persija U-20
Tanpa dukungan akademi elite, Rio datang ke seleksi Persija U-20 dengan tekad yang besar.
Ia tahu, hanya kerja keras yang bisa membuat pelatih meliriknya.
Dan benar saja — keberaniannya bersaing dengan pemain-pemain dari sekolah sepak bola ternama membuatnya dilirik tim pelatih.
Pandemi COVID-19 sempat menghentikan kompetisi, tapi Rio tak berhenti berlatih.
Ia mengubah ruang tamu rumah menjadi lapangan kecil, mengikuti latihan online lewat Zoom, dan menjaga kondisi fisiknya tanpa menunggu instruksi.
Ketekunan itulah yang membuat pelatih tim senior Persija memanggilnya ikut trial.
Dari Dihujat ke Jadi Bek Andalan
Debutnya di Liga 1 tak berjalan mulus. Sebuah kesalahan membuat Persija kebobolan, dan netizen langsung menghujatnya.
Namun Rio menolak terpuruk. Ia menjawab kritik dengan peningkatan performa — memperbaiki penempatan posisi dan meningkatkan kemampuan teknisnya hingga akhirnya merebut posisi utama di skuad Macan Kemayoran.
Bahkan, ia berhasil menggantikan Marco Motta, mantan pemain Juventus, sebagai bek sayap andalan Persija.
Saat sekamar dengan Motta, Rio tak segan belajar dengan segala cara.
“Saya pakai Google Translate untuk memahami instruksi. Saya jawab dengan bahasa Inggris seadanya, yang penting ngerti dan bisa jalankan perintah,” kisahnya.
Baca Juga: Thom Haye Pilih Bungkam Soal Situasi Timnas Indonesia Usai Pemecatan Patrick Kluivert
Emas SEA Games 2023: Mimpi yang Jadi Nyata
Puncak karier Rio datang saat Timnas Indonesia menjuarai SEA Games 2023. Rio tampil agresif dan penuh determinasi dalam menjaga pertahanan.
Ia ikut mengukir sejarah dengan membawa pulang medali emas setelah 32 tahun penantian.
Kemenangan itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat kecil, asalkan seseorang berani melangkah dan bekerja keras untuk mewujudkannya.
Dari Banjarnegara untuk Indonesia
Perjalanan hidup Rio Fahmi menjadi pelajaran bahwa titik awal tidak menentukan garis akhir.
Dari konter HP di sudut kampung hingga mengenakan jersey Garuda di panggung internasional, ia membuktikan bahwa kerja keras dan tekad mampu mengalahkan keterbatasan.
Bagi Rio, sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa.
Selama kakinya masih menapak di rumput hijau, ia akan terus berlari — bukan lagi untuk mengejar mimpi, tapi untuk menunjukkan bahwa mimpinya sudah menjadi kenyataan yang ia perjuangkan sendiri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni