RADARTUBAN- Pelatih Arne Slot menegaskan dirinya tetap teguh pada keputusan meski Liverpool harus tersingkir dari ajang Carabao Cup.
Dalam laga yang digelar di Anfield pada Rabu malam, The Reds kalah telak 0-3 dari Crystal Palace.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif Liverpool yang kini kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dalam pertandingan tersebut, Palace tampil dominan sejak awal. Ismaila Sarr mencetak dua gol cepat sebelum jeda babak pertama, sementara Yeremy Pino menutup kemenangan dengan gol ketiga di menit-menit akhir.
Hasil ini membuat pelatih Palace, Oliver Glasner, kembali unggul atas Slot setelah sebelumnya juga mengalahkannya di ajang Community Shield dan Premier League.
Baca Juga: Liverpool Krisis Benteng: 10 Laga Beruntun Tanpa Clean Sheet, Alarm Bahaya di Era Arne Slot?
Keputusan Slot Dipertanyakan Usai Rotasi Besar-Besaran
Kritik tajam mengarah kepada Arne Slot lantaran melakukan rotasi besar dalam laga penting tersebut.
Ia menurunkan pemain-pemain muda seperti Freddie Woodman, Trey Nyoni, Calvin Ramsay, Kieran Yusuf Morrison, dan Rio Ngumoha sejak menit pertama.
Sementara itu, pemain utama seperti Virgil van Dijk, Mohamed Salah, dan Dominik Szoboszlai tidak masuk dalam skuad.
Namun, Slot menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Menurutnya, ajang Carabao Cup memang telah lama menjadi wadah bagi klub untuk memberi kesempatan kepada pemain akademi.
“Klub ini memang sudah lama menggunakan ajang ini untuk memberi kesempatan kepada pemain akademi,” ujar Slot dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Saya merasa itu keputusan yang tepat, dan saya tidak mengubah pendapat saya hanya karena kami kalah.”
Slot Akui Tantangan Jadwal Padat dan Kelelahan Pemain
Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti padatnya jadwal yang dihadapi Liverpool belakangan ini.
Setelah bertandang ke markas Eintracht Frankfurt hanya dua hari sebelum laga melawan Brentford, para pemain dikatakannya menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
“Melawan Brentford, pertandingan itu digelar hanya dua hari setelah kami bertanding di markas Eintracht Frankfurt. Saya melihat tim yang kesulitan bermain tiga kali dalam tujuh hari, meski itu bukan alasan,” jelas Slot.
“Saya melihat beberapa pemain mengalami kesulitan sejak pramusim. Bermain di Premier League dan Liga Champions dengan jadwal tiga laga dalam sepekan memang menjadi tantangan baru.”
Slot menambahkan bahwa skuad Liverpool saat ini tidak sebesar yang banyak orang bayangkan, sehingga rotasi pemain menjadi pilihan logis.
“Skuad kami mungkin tidak sebesar yang orang bayangkan. Tidak ada perubahan dalam cara kami memandang hal ini,” ujarnya.
Tantangan Berat Menanti Liverpool
Setelah kekalahan di Carabao Cup, Liverpool kini harus menghadapi jadwal yang lebih berat.
Dalam sepuluh hari ke depan, tim asuhan Arne Slot dijadwalkan melawan Aston Villa, Real Madrid, dan Manchester City.
Tantangan ini akan menjadi ujian besar bagi sang pelatih yang baru menukangi klub musim ini.
Dengan performa yang menurun dan tekanan yang meningkat, bagaimana Arne Slot menavigasi periode sulit ini akan menjadi sorotan publik dan penggemar Liverpool di seluruh dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni